Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Timnas Prancis Belum Habis

Senin 16 Nov 2020 08:08 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto

 Pemain Prancis N`Golo Kante (tengah) merayakan gol bersama rekan satu timnya setelah mencetak gol melawan Portugal dalam pertandingan sepak bola grup 3 Liga Bangsa-Bangsa UEFA (Nations League) yang diadakan di Stadion Luz, di Lisbon, Portugal, 14 November 2020.

Pemain Prancis N`Golo Kante (tengah) merayakan gol bersama rekan satu timnya setelah mencetak gol melawan Portugal dalam pertandingan sepak bola grup 3 Liga Bangsa-Bangsa UEFA (Nations League) yang diadakan di Stadion Luz, di Lisbon, Portugal, 14 November 2020.

Foto: EPA-EFE/MANUEL DE ALMEIDA
Prancis menjadi tim pertama yang lolos ke semifinal UEFA Nations League.

REPUBLIKA.CO.ID, LISBON -- Tim nasional Prancis memberikan respons terbaik usai menelan kekalahan mengejutkan dari Finlandia, 0-2, di laga uji coba, tengah pekan lalu. Juara Piala Dunia 2018 itu kembali membuktikan diri sebagai salah satu tim terbaik di Eropa saat ini dengan membekuk Portugal, 1-0, di laga kelima babak penyisihan Grup A3 UEFA Nations League, Ahad (15/11) dini hari WIB.

Kemenangan atas Portugal itu pun sekaligus mengantarkan Prancis menjadi tim pertama yang memastikan satu tempat di putaran final UEFA Nations League musim ini. Les Bleus memastikan tiket ke empat besar UEFA Nations League sebagai juara Grup A3. Les Bleus sukses mengantongi 13 poin dari lima laga penyisihan Grup A3.

Apabila nantinya Portugal bisa menyamai koleksi poin Prancis di laga pamungkas Grup A3, kondisi itu tidak akan mengubah apapun. Pasalnya, Prancis telah unggul head to head atas juara Piala Eropa 2016 itu di babak penyisihan Grup A3 UEFA Nations League. Keunggulan head to head ini tidak terlepas dari kemenangan 1-0 dalam pertemuan terakhir antara kedua tim, yang digelar di Stadion Da Luz, Lisbon, tersebut.

Di laga tersebut, gol kemenangan Prancis dibukukan N'Golo Kante pada menit ke-53. Gelandang bertahan Chelsea itu menyambar bola tepat di mulut gawang Portugal usai kiper Rui Patricio gagal menangkap dengan sempurna tendangan keras Adrien Rabiot. Meski terus mendapat tekanan dari tim tuan rumah pada 15 menit akhir laga, tapi Prancis berhasil mempertahankan keunggulan dan membawa pulang tiga poin dari laga tersebut.

Tidak hanya itu, kemenangan ini sekaligus membalaskan dendam kekalahan dari Portugal di partai puncak Piala Eropa 2016. Pada saat itu, Prancis menyerah 0-1 di tangan Portugal dalam laga yang digelar di Stadion Saint Denis, Prancis. Selain itu, kemenangan atas Portugal itu pun terasa lebih manis lantaran Prancis sukses menyingkirkan skuat Navegadores yang berstatus sebagai juara bertahan UEFA Nations League.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, menyatakan, penampilan di laga kontra Portugal merupakan performa terbaik anak-anak asuhnya dalam beberapa laga terakhir. Dengan kemenangan ini, lanjut dia, Les Bleus sukses memenuhi target untuk finis di posisi teratas klasemen Grup A3 dan lolos ke fase semifinal dalam edisi kedua gelaran UEFA Nations League tersebut. Eks pelatih Juventus itu pun sesumbar Les Bleus kini menjadi salah satu kandidat terkuat peraih gelar juara UEFA Nations League musim ini.

''Setelah hasil buruk di laga terakhir (kontra Finlandia), kami berhasil bangkit dan para pemain menunjukkan motivasi, mentalitas, dan semangat bertanding yang tepat. Kami kembali membuktikan sebagai pesaing terbesar di kompetisi ini,'' ujar Deschamps di laman resmi UEFA, Ahad (15/11).

Saat ini, Prancis masih akan menunggu hasil di grup lain guna mengetahui lawan yang akan dihadapi di babak semifinal. Rencananya, Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) akan menentukan waktu dan lokasi penyelenggaran putaran final UEFA Nations League. Namun, sebelum melanjutkan upaya memburu gelar pertama usai merengkuh titel Piala Dunia 2018, Prancis telah dijadwalkan melakoni laga terakhir di penyisihan Grup A3 dengan menghadapi Swedia, Selasa (17/11) waktu setempat.

Sementara buat Portugal, kekalahan ini menjadi pukulan yang begitu keras. Ini menjadi kekalahan pertama skuat Navegadores dalam 22 laga kandang terakhir di semua ajang. Pun dengan berakhirnya rekor apik Portugal di UEFA Nations League. Sebelum kekalahan ini, Portugal tidak pernah kalah di 10 laga terakhir di kancah UEFA Nations League, dengan torehan tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang.

Selain itu, kekalahan dari Les Bleus ini juga menajamkan rekor buruk Portugal saat menghadapi Prancis. Ini menjadi kekalahan ke-19 Portugal dari Prancis di semua ajang. Les Bleus menjadi tim yang paling sering mengalahkan Portugal di pentas internasional, baik di laga kompetitif ataupun laga uji coba.

''Tentu saja, ini menjadi hasil yang sulit kami terima. Para pendukung tim ini sudah terbiasa melihat tim ini tampil apik dan meraih kemenangan. Begitu pun dengan para pemain. Mungkin, kami akan mengalami kesulitan untuk bisa tidur nyenyak setelah laga ini,'' ujar pelatih Portugal, Fernando Santos, seperti dilansir Soccerway, Ahad (15/11).

Kendati begitu, Santos menegaskan, anak-anak asuhnya tidak mau menutup kiprahnya di UEFA Nations League dengan kekecewaan. Target kembali ke jalur kemenangan diusung Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan kala melawat ke markas Kroasia pada laga pamungkas penyisihan Grup A3, Selasa (14/11). Meski torehan tiga poin di laga ini tidak akan membawa ke putaran final UEFA Nations League, tapi kemenangan atas Kroasia dapat menjadi pemanasan terakhir Portugal sebelum tampil di putaran final Piala Eropa 2020.

Apalagi, Portugal berada satu grup dengan Prancis di Grup F Piala Eropa 2020. Portugal pun memiliki kesempatan untuk bisa membalas kekalahan ini saat kembali berhadapan dengan Prancis di laga ke-35 putaran final Piala Eropa, yang rencananya akan digelar di Stadion Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada 23 Juni 2021 mendatang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA