Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Armenia Rusak Masjid, Putin Minta Azerbaijan Jaga Gereja

Ahad 15 Nov 2020 20:40 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Elba Damhuri

 Sebuah foto selebaran tersedia pada 10 November 2020 di situs resmi Presiden Azerbaijan menunjukkan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menandatangani selama panggilan konferensi video dengan Presiden Rusia Putin (tidak digambarkan) di Baku, Azerbaijan, 09 November 2020. Pada 09 November Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev , Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan dan Presiden Rusia Putin menandatangani pernyataan yang mengumumkan gencatan senjata lengkap dan semua operasi militer di zona konflik Nagorno-Karabakh mulai pukul 00 pagi waktu Moskow pada 10 November 2020.

Sebuah foto selebaran tersedia pada 10 November 2020 di situs resmi Presiden Azerbaijan menunjukkan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menandatangani selama panggilan konferensi video dengan Presiden Rusia Putin (tidak digambarkan) di Baku, Azerbaijan, 09 November 2020. Pada 09 November Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev , Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan dan Presiden Rusia Putin menandatangani pernyataan yang mengumumkan gencatan senjata lengkap dan semua operasi militer di zona konflik Nagorno-Karabakh mulai pukul 00 pagi waktu Moskow pada 10 November 2020.

Foto: EPA-EFE/AZERBAIJAN PRESIDENTS PRESS OFFICE
Vladimir Putin minta Azerbaijan memperlakukan baik gereja di Nagorno-Karabakh

IHRAM.CO.ID, MOSKOW -- Selama pendudukan Armenia di Nagorno-Karabakh, Pemerintah Armenia abai terhadap puluhan masjid. Bahkan, masjid dijadikan kandang babi yang jelas-jelas diharamkan umat Islam untuk dimakan dagingnya.

Berkaca dari itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin, meminta kepada Azerbaijan untuk tetap merawat tempat suci miliki umat Kristen di beberapa bagian Nagorno-Karabakh. Permintaan tersebut,

Baca Selengkapnya di ihram.co.id

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA