Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Israel Senang Ikhwanul Muslimin Dilabeli Kelompok Teroris

Ahad 15 Nov 2020 20:18 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Andri Saubani

Seorang pengunjuk rasa merusak jendela markas Ikhwanul Muslimin di distrik Muqatam di Kairo, Senin (1/7).       (AP/Khalil Hamra)

Seorang pengunjuk rasa merusak jendela markas Ikhwanul Muslimin di distrik Muqatam di Kairo, Senin (1/7). (AP/Khalil Hamra)

Israel menilai keputusan CSS melabeli Ikhwanul Muslimin kelompok teroris tepat.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Pemerintah Israel menyambut baik keputusan The Saudi Council of Senior Scholars (CSS) yang menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris. Tel Aviv menilai hal tersebut sudah tepat dilakukan.

"Kami senang di Israel melihat pendekatan semacam itu yang bertentangan dengan eksploitasi agama untuk menghasut. Kita sangat membutuhkan wacana yang menyerukan toleransi dan kerja sama di kawasan," kata Kementerian Luar Negeri Israel melalui akun Twitter resminya pada Ahad (15/11), dikutip laman Anadolu Agency.

Baca Juga

Pada Selasa (10/11) lalu, CSS menyatakan, bahwa Ikhwanul Muslimin merupakan kelompok teroris. CSS pun menuduh kelompok tersebut sebagai faktor destabilisasi di kawasan. Ikhwanul Muslimin telah mengecam keputusan dan pernyataan CSS. Mereka menyebut kerap menjadi korban kekerasan dan rezim diktator.

Israel dinilai melihat keputusan CSS sebagai peluang untuk semakin mengambil tindakan keras terhadap Hamas di Jalur Gaza. Hamas memang mengadopsi pemikiran Ikhwanul Muslimin.

Israel telah tiga kali melancarkan serangan militer besar terhadap Hamas, yakni pada 2008, 2012, dan 2014. Hingga kini, Negara Zionis masih memberlakukan blokade ketat di Jalur Gaza.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA