Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Keunggulan Biden Atas Trump di Pilpres AS Semakin Nyata

Ahad 15 Nov 2020 16:26 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andri Saubani

Presiden Amerika Serikat terpilih dari partai Demokrat, Joe Biden

Presiden Amerika Serikat terpilih dari partai Demokrat, Joe Biden

Foto: AP/VOA
Kemenangan Biden di Georgia bagian selatan menambahkan keunggulan Electoral College.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Capres Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Joe Biden telah memenangkan wilayah Georgia bagian selatan dan 16 suara Electoral College hingga memperluas keunggulannya dengan selisih 306 menjadi 232. Presiden pejawat Donald Trump diproyeksikan unggul di negara bagian Carolina Utara yang dimenangkannya empat tahun lalu.

Dilansir dari kantor berita Bernama pada Ahad (15/11) Georgia dan Carolina Utara adalah negara bagian terakhir yang dihitung hasil Pilpresnya pada Jumat lalu atau 10 hari setelah Hari Pemilihan. Pada Jumat sore, Biden unggul dari Trump dengan lebih dari 14 ribu suara dengan 99 persennya dari daerah Georgia.

Menurut proyeksi, Biden telah membalikkan keunggulan di lima negara bagian yang dimenangkan Trump pada 2016. Yang lainnya adalah Michigan, Pennsylvania, dan Wisconsin. Trump tidak mengubah keadaan apa pun yang dimenangkan oleh calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton pada tahun 2016.

Dalam perkembangan lain, pengacara untuk kampanye Trump telah membatalkan gugatannya. Awalnya ia meminta peninjauan semua surat suara yang diberikan di Arizona pada Hari Pemilihan setelah menemukan margin kemenangan untuk pemilihan presiden di negara bagian tersebut tidak dapat diatasi. Laporan The Hill mengatakan pada Jumat lalu bagian kampanye Trump telah mengakhiri hotline bagi warga Amerika untuk melaporkan tuduhan kecurangan Pilpres.

Tim kampanye Trump juga telah mengajukan gugatan hukum di negara bagian Georgia dan Pennsylvania sejak Hari Pemilu 3 November. Mereka juga dikatakan akan melanjutkan penghitungan ulang di Wisconsin. Menurut laporan media, Biden memimpin di masing-masing negara bagian itu. Sedangkan tim kampanye Trump sejauh ini gagal menyajikan bukti nyata penipuan dalam skala luas meskipun ada klaim dari presiden.

Biden mengumumkan kemenangan untuk pemilihan presiden AS pada Sabtu malam, beberapa jam setelah dia diproyeksikan memenangkan 20 suara elektoral Pennsylvania dan dengan demikian melewati ambang batas 270 suara yang disyaratkan. Trump belum menyerah dan menghadapi tantangan di pengadilan atas tuduhan penipuan pemilih dan menghitung pelanggaran.

Undang-undang federal menetapkan apa yang disebut tenggat waktu "Safe Harbor", yang jatuh pada 8 Desember tahun ini, hari dimana negara bagian harus menyerahkan pemenang pemilihan presiden jika mereka ingin diisolasi dari sengketa hukum. Perwakilan Electoral College akan bertemu enam hari kemudian, pada 14 Desember, untuk secara resmi memilih presiden AS berikutnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA