Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Kasus Harian Dua Hari Terakhir Tembus 5.000

Sabtu 14 Nov 2020 19:48 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Agus Yulianto

 Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito

Foto: BPIP
Meskipun bertambah, tapi persentase kasus aktif di Indonesia lebih rendah dari dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara dan Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan kasus positif harian dua hari terakhir meningkat cukup tinggi. Pada Sabtu (14/11) Satgas Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus positif sebanyak 5.272 orang.

"Penambahan kasus positif cukup tinggi, dari 5.272 kasus aktifnya 12,9 persen dan kasus sembuhnya 83 persen," kata Wiku, dalam telekonferensi, Sabtu (14/11).

Dia mengatakan, meskipun bertambah, namun persentase kasus aktif di Indonesia lebih rendah dari dunia. Demikian juga dengan kasus sembuh di Indonesia yang lebih tinggi dari dunia. Namun, terkait status meninggal memang masih lebih tinggi dari dunia yaitu 3,3 persen sementara kasus meninggal global 2,4 persen.

Menurut Wiku, perlu menjadi perhatian jumlah zona oranye yang saat ini masih mendominasi yaitu 370 kabupaten/kota. Zona oranye, kata Wiku harus memberikan perhatian lebih agar jangan sampai berubah menjadi zona merah.

Selain itu, terkait perubahan perilaku masyarakat sampai level RT/RW, kebanyakan dinilai sangat patuh terhadap protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Walaupun demikian, sejumlah daerah masih tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

"Ini perlu ditinjau kembali masing-masing daerah untuk memperketat protokol kesehatan," kata Wiku menambahkan.

Dia mengimbau, agar masyarakat tidak lengah dan tetap menjaga diri dengan melakukan protokol kesehatan. Jangan sampai, jerih payah dan pencapaian Indonesia dalam menghadapi Covid-19 selama delapan bulan menjadi sia-sia karena masyarakat yang mulai lengah.

"Jangan sekali-kali kita melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan dan penularan Covid-19 pada anggota masyarakat lainnya. Kita harus saling menjaga, dan bagi pemerintah pusat dan daerah ini tanggung jawab kita bersama," kata dia lagi. 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA