Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Peserta Elite Race Borobudur Marathon 2020 Jalani Karantina

Sabtu 14 Nov 2020 17:12 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Fuji Pratiwi

 Seorang peserta nomor elite race Borobudur Marathon 2020 Powered by Bank Jateng, menjalani tes PCR guna melengkapi tahapan pelaksanan protokol kesehatan (prokes) yang dipersiapkan penyelenggara, sebelum menjalani karantina, Jumat (13/11).

Seorang peserta nomor elite race Borobudur Marathon 2020 Powered by Bank Jateng, menjalani tes PCR guna melengkapi tahapan pelaksanan protokol kesehatan (prokes) yang dipersiapkan penyelenggara, sebelum menjalani karantina, Jumat (13/11).

Foto: Istimewa
Para pelari elite melakukan dua kali tes PCR.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Para pelari nasional yang bakal turun di nomor elite race Borobudur Marathon 2020 Powered by Bank Jateng, di kompleks Taman Lumbini, Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada Ahad (15/11) mendatang, telah menjalani karantina.

Mereka ditempatkan dalam bubble yang difungsikan sebagai tempat karantina peserta elite race dan berlokasi di kompleks Hotel Puri Asri, Kota Magelang, sebagai tahapan pelaksanaan protokol kesehatan.

Di dalam area karantina ini para pelari elite hanya boleh melakukan kontak terbatas dengan tim medis maupun kru. Mereka tidak diperbolehkan untuk menerima tamu dari luar.

Baca Juga

"Demikian pula mereka juga tidak diperkenankan keluar dari kawasan karantina tersebut," ungkap Ketua Yayasan Borobudur Marathon, Liem Chi An melalui keterangan pers yang diterima Republika, Sabtu (14/11).

Ia menambahkan, melengkapi tahapan pelaksanan protokol kesehatan yang dipersiapkan penyelenggara sebelum menjalani karantina, para pelari elite race nasional telah menjalani dua kali tes PCR.

Tes PCR pertama dilakukan pada saat keberangkatan mereka dari daerah asal. Tes PCR kembali dilakukan setelah para pelari elite race tersebut tiba di Kota Magelang guna menjalani karantina.

Penyelenggara pun mempersiapkan tempat latihan yang steril, menerapkan latihan dengan menjaga jarak, dan menyediakan fasilitas fisioterapi.

"Termasuk juga menyediakan berbagai perlengkapan kesehatan standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19, seperti masker, sarung tangan dan pelindung wajah," tambah Liem Chi An.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA