Sabtu 14 Nov 2020 17:25 WIB

Dinkes Kabupaten Bandung Minta Kerja Sama Ponpes

Lonjakan angka penyebaran Covid-19 karena kluster ponpes.

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Agus Yulianto
Ilustrasi Covid-19
Foto: Pixabay
Ilustrasi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung meminta kerja sama pondok pesantren dalam melakukan screening dan testing Covid-19. Cara ini digunakan untuk memutus mata rantai Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Grace Mediana mengakui, sudah ada 12 ponpes yang dilakukan tes Covid-19. Dua ponpes di antaranya terbukti memiliki santri yang terjangkit Covid-19.

"Kami tengah melakukan lagi ke 13 ya kami menginginkan ponpes untuk dapat menerima kami. Kami justru sayang, ingin cepat memutus penyebaran mata rantai covid di ponpes," kata Grace, Jumat (13/11). 

Grace mengakui, sudah melakukan penjajakan dengan Kementerian Agama untuk bekerja sama dalam memutus mata rantai Covid-19. Apalagi dari dua pesantren tersebut sebanyak 104 santri terjangkit dan sedang melakukan isolasi mandiri. 

"Mudah-mudahan mau menerima tugas kami, tugas kami kan melakukan screening testing agar cepat menemukan kasus," kata Grace.

Grace mengakui, lonjakan angka penyebaran Covid-19 karena kluster ponpes tersebut. Namun, Grace mengaku, tetap memantau perkembangan kesehatan di ponpes. 

"Mudah-mudahan ponpes tersebut untuk tidak usah takut karena kami melakukan testing screening di tempat ponpes, swab dan dilanjutkan dengan isolasi mandiri dengan bimbingan dan pengawasan bimbingan puskesmas setempat," katanya.

Grace tidak ingin berkomentar kenapa ponpes tetap melakukan pembelajaran tatap muka. Baginya hal tersebut bukan kewenangan dari dinkes.

"Kewenangan kami adalah melakukan screening testing, tracing, dan treatment. Terhadap kebijakan kami hanya mengikuti dan menindaklanjuti yang ada," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement