Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Warga Agam Apresiasi Safari Surau Cagub Sumbar Mahyeldi-Audy

Jumat 13 Nov 2020 09:10 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Cagub Sumatra Barat nomor urut 4 Mahyeldi A bersilaturahim dengan Ketua Jamaah Asyatahiriyah Tengku Mudo Ismet Ismail , Agam, Sumbar.

Cagub Sumatra Barat nomor urut 4 Mahyeldi A bersilaturahim dengan Ketua Jamaah Asyatahiriyah Tengku Mudo Ismet Ismail , Agam, Sumbar.

Foto: Dok Istimewa
Warga Agam mendoakan Cagub Sumbar Mahyeldi

REPUBLIKA.CO.ID, AGAM— Sejumlah tokoh agama dan masyarakat Agam Sumatra Barat turut mendoakan calon gubernur Sumatra Barat nomor urut 4 Mahyeldi-Audy.

Selain doa terus mengalir dan berdatangan dari berbagai kalangan masyarakat. Dukungan tersebut kali ini datang saat Mahyeldi menyambangi tokoh masyarakat Mantuang.   

Salah satu Tokoh masyarakat, yang juga Ketua Jamaah Asyatahiriyah Tengku Mudo Ismet Ismail yang menerima kedatangan Buya, sapaan khas Mahyeldi. Tengku Mudo Ismet Ismail, menjelaskan Mahyeldi Ansharullah sendiri merupakan orang asli Agam. Kemudian beliau mengharumkan nama kampungnya dengan menjadi wali Kota Padang dua periode. 

“Pada masa kepemimpinan beliau Padang mengalami transformasi luar biasa seperti pembenahan pantai di Padang dan perbaikan jalan utama di sekitar Masjid," kata Tengku Mudo Ismet Ismail, Jumat, (13/11).   

Tengku Mudo Ismet Ismail menuturkan, perjalanan dari surau ke surau yang dilakukan Buya Mahyeldi, tidak sebatas hal tampak saja atau sekadar berpindah dari satu surau, ke surau lainya.  

"Tidak begitu. Jika dilihat lebih dalam, ada empat  pesan yang ingin disampaikan Buya Mahyeldi ke masyarakat Sumatra Barat,” ujar Tengku Mudo Ismet Ismail.  

Pertama, Buya Mahyeldi ingin menyampaikan pesan surau merupakan simbol orang Minang yang menganut filsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah yang harus tetap hidup.

Kedua, lanjut dia Tengku Mudo Ismet Ismail, Buya Mahyeldi menghadirkan pesan, surau merupakan tempat mulia yang harus selalu dimakmurkan dengan berbagai kegiatan ibadah. Seperti sholat berjamaah, dzikir, dan kegiatan keagaman lainnya.  

Ketiga, Buya Mahyeldi secara tidak langsung memberikan pesan, surau merupakan sumber dari peradaban. Jika ingin masyarakat dan daerah maju, maka kembalikan semuanya ke surau. 

“Dan terkahir Buya Mahyeldi memberikan pesan penting, surau adalah jiwanya, surau adalah cerminan dirinya," ujar Tengku Mudo Ismet Ismail.

Menurut Tengku Mudo Ismet Ismail,  sangat jarang pemimpin atau calon pemimpin yang benar-benar menjadikan surau sebagai  orientasi utama dalam membuat kebijakan yang dihadirkan ke masyarakat.   

"Yang ada hanya memanfaatkan surau sebagai sarana mendulang suara sesaat. Setelah hasrat terpenuhi suraupun ditinggalkan. Disorientasi dan kesalahan niat dalam membangun sebuah peradaban," papar dia.   

Dia mengungkapkan, hal tersebut tentu tidak bagi Buya Mahyeldi. Karena Buya Mahyeldi berasal dari surau tumbuh dan besar di surau.  "Bisa dilihat buah kepemimpinanya, Kota Padang kian tumbuh dan berkembang sangat pesat," tutur dia.    

Sumber : Antara
 
 

BERITA LAINNYA