Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Pedang Nasibah yang Cekatan Lindungi Rasulullah SAW

Kamis 12 Nov 2020 19:14 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Nasibah gugur di Perang Uhud saat melindungi Rasulullah SAW. Bukit Rumat di kawasan Perbukitan Uhud Madinah

Nasibah gugur di Perang Uhud saat melindungi Rasulullah SAW. Bukit Rumat di kawasan Perbukitan Uhud Madinah

Foto: Republika/Fitriyan Zamzami
Nasibah gugur di Perang Uhud saat melindungi Rasulullah SAW

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Pada Perang Uhud ada aksi heroik yang mengharukan ditunjukkan seorang perempuan dikalangan kaum Muslim atau disebut juga shahabiyah. Ialah Nasibah seorang perempuan yang mempunyai tugas memberi bantuan bila ada prajurit yang terluka.  

Dalam buku Cahaya Abadi Muhammad SAW Kebanggaan Umat Manusia karya Muhammad Fethullah Gulen dijelaskan bahwa di tengah pasukan Muslim terdesak musuh. Rasulullah SAW menyeru kepada kaum Muslim yang lainnya yang siap bersedia membantu melawan kaum kafir Quraisy.   

Mendengar seruan itu Nasibah langung bergerak mendekati Rasulullah. Nasibah mencampakkan wadah air yang dipegangnya dan kemudian berlari ke arah Rasulullah. Nasibah pun menghunuskan pedang yang digenggamnya. Pedang yang ada di genggamannya itu pun berkelebat ke sana ke mari untuk melindungi Rasulullah SAW.   

Baca Juga

Sebenarnya, Nasibah ikut berangkat ke medan Perang Uhud untuk merawat prajurit yang luka-luka. Akan tetapi ketika mengetahui kondisi Rasulullah dan pasukan Muslim sedang mendapat tekanan dari musuh, 

Nasibah seperti mendadak menjadi prajurit perkasa. Di saat sedang bertempur mendampingi Rasulullah, Nasibah tiba-tiba melihat putranya diserang musuh sehingga membaut baju zirah yang dikenakannya koyak dan tubuhnya terluka. 

Nasibah pun bergegas mendatangi putranya untuk membalut luka tersebut. Tetapi segera setelah luka di tubuh putranya itu selesai dirawat, Nasibah pun mengajak putranya itu untuk kembali ikut bersamanya menjaga Rasulullah. 

Tetapi keperkasaan Nasibah tidak dapat berlanjut ketika akhirnya senjata musuh berhasil merobek dadanya, ia pun gugur di medan Uhud. Sejak berbaiat kepada Rasululah di Aqabah, Nasibah menjadi wanita yang berhasil membawa seluruh anggota keluarganya masuk ke dalam pangkuan Islam.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA