Jumat 13 Nov 2020 01:41 WIB

LPS: Kondisi Perbankan Semakin Stabil

Pertumbuhan simpanan nasabah pada seluruh BUKU bank telah menunjukkan tren positive.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya
 Karyawati melayani nasabah di Banking Hall Bank BRI Syariah, Jakarta. ilustrasi
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Karyawati melayani nasabah di Banking Hall Bank BRI Syariah, Jakarta. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri perbankan tanah air diklaim semakin stabil setelah sempat dihantam badai Covid-19 pada awal Maret lalu. Kondisi tersebut tercermin dari pertumbuhan simpanan nasabah. 

"Pertumbuhan simpanan nasabah pada seluruh BUKU bank telah menunjukkan tren yang positif," kata Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, Kamis (12/11).

Baca Juga

Sepanjang tahun 2020, menurut Purbaya, penurunan bulanan nominal simpanan tertinggi terjadi pada bulan April yakni turun sebesar 1,5 persen secara bulanan. Namun sejak Mei sampai September 2020, pertumbuhan simpanan berada pada tren yang positif. 

Berdasarkan data LPS, Purbaya menjelaskan, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) bank BUKU I mengalami pertumbuhan negatif sejak Maret sampai Juli 2020 dibandingkan Desember 2019. Nasabah yang tadinya menyimpan uang di bank BUKU I ramai-ramai berpindah ke bank-bank besar. 

Namun dengan berbagai kebijakan moneter yang dikeluarkan, pada Agustus hingga September 2020 dana-dana tersebut sudah kembali lagi ke bank BUKU I, bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan posisi akhir tahun lalu. "Ini menunjukkan bahwa perbankan kita semakin stabil," terang Purbaya.

Melihat kondisi tersebut, menurut Purbaya, perbankan seharusnya sudah siap memberikan kredit yang lebih besar. Jika terlaksana, prospek ekonomi ke depan akan menjadi lebih baik. "Bisa dibilang titik terendah dari perbankan kita untuk likuiditas sudah lewat," tuturnya. 

Per september 2020, total nominal simpanan mencapai Rp6.721 triliun, naik 10,6 persen secara year-to-date (ytd). Sedangkan total rekening simpanan per september 2020 mencapai 335,6 juta atau naik 11,2 persen ytd. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement