Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Di Tengah Pandemi, Merchant GoFood Tumbuh 80 Persen

Kamis 12 Nov 2020 17:08 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha

Gojek mencatat adanya peningkatan ekosistem merchant GoFood di tengah kondisi pandemi Covid-19. Co-CEO Gojek Kevin Aluwi mengatakan merchant yang bergabung dengan GoFood tumbuh 80 persen menjadi 900 ribu dari tahun sebelumnya hanya 500 ribu.

Gojek mencatat adanya peningkatan ekosistem merchant GoFood di tengah kondisi pandemi Covid-19. Co-CEO Gojek Kevin Aluwi mengatakan merchant yang bergabung dengan GoFood tumbuh 80 persen menjadi 900 ribu dari tahun sebelumnya hanya 500 ribu.

Foto: Republika/Friska
Banyak pemilik usaha dalam situasi seperti ini mencari solusi bisnis berbasis online.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gojek mencatat adanya peningkatan ekosistem merchant GoFood di tengah kondisi pandemi Covid-19. Co-CEO Gojek Kevin Aluwi mengatakan merchant yang bergabung dengan GoFood tumbuh 80 persen menjadi 900 ribu dari tahun sebelumnya hanya 500 ribu.

"Banyak pemilik usaha dalam situasi seperti ini sedang mencari solusi bisnis berbasis online," kata Kevin dalam konferensi video Hari Jadi Gojek ke-10, Kamis (12/11).

Baca Juga

Dia menilai pertumbuhan tersebut didorong oleh digitalisasi merchant UMKM. Bahkan, Kevin mengatakan transaksi layanan grocery juga tumbuh 500 persen pada 2020 meski tengah pandemi.

"Kami juga buka akses bagi UMKM kepada fasilitas pinjaman ke lembaga keuangan di Indonesia," ujar Kevin.

Sementara itu, Co-CEO Gojek Andre Soelistyo mengatakan transaksi Gopay juga mengalami perkembangan yang baik. Andre mengatakan, pada tahun ini transaksi Gopay dalam ranah online naik 2,7 kali lipat dibandingkan 2019.

"Banyak pengguna Gopay sekarang buat beli games hingga transaksi di e-commerce. Nilai transaksi PayLater juga berkembang 2,7 kali lipat," ungkap Andre.

Meskipun begitu, Andre mengakui pembayaran menggunakan Gopay perkembangannya pada tahun ini lebih lambat dibandingkan 2019. Hal tersebut terjadi dikarenakan kondisi pandemi Covid-19.

"Dulu banyak yang pakai Gopay pakai QR Code saat transaksi offline. Saat pandemi banyak merchant tutup jadi transaksi offline-nya menurun drastis," tutur Andre.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA