Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Banyak Minum Air Sebelum Tidur, Bolehkah?

Kamis 12 Nov 2020 00:12 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Pada dasarnya, minum air di malam hari bukanlah hal yang tidak menyehatkan (Foto: ilustrasi)

Pada dasarnya, minum air di malam hari bukanlah hal yang tidak menyehatkan (Foto: ilustrasi)

Foto: Pixabay
Pada dasarnya, minum air di malam hari bukanlah hal yang tidak menyehatkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Minum air putih yang cukup memang baik untuk kesehatan. Akan tetapi, banyak minum air menjelang waktu tidur justru dapat membawa dampak yang kurang baik.

Pada dasarnya, minum air di malam hari itu sendiri bukanlah sesuatu tidak menyehatkan. Akan tetapi, banyak minum air menjelang tidur dapat membuat seseorang terbangun di malam hari karena ingin buang air kecil. Kualitas tidur yang terganggu ini secara umum tidak baik bagi kesehatan.

Baca Juga

Menurut ahli imunologi integratif Heather Moday MD, kualitas tidur yang buruk bisa berdampak pada sistem imun yang lebih lemah. Hal ini tentu bukan sesuatu yang diinginkan siapa pun di masa pandemi.

"Ketika tubuh ktia beristirahat, sel-sel sistem imun juga bisa memfokuskan semua upaya dan energi untuk melakuakn serangan kuat melawan virus dan bakteri," ujar Moday, seperti dilansir Mind Body Green, Rabu (11/11).

Selain itu, tidur yang terganggu juga dapat mengganggu kesehatan usus. Seperti diketahui, kesehatan usus turut berperan dalam fungsi imun, pencernaan, dan otak.

Dokter keluarga Robert Rountree MD mengatakan hal penting mengenai tidur tak hanya soal total durasinya. Penting pula bagi seseorang untuk mendapatkan tidur mendalam atau tidur REM yang cukup.

Terbangun di malam hari untuk buang air kecil dapat mengganggu siklus tidur. Kondisi ini dapat memicu kepeningan dan energi yang terbatas ketika terbangun di pagi hari.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kapan waktu ideal untuk berhenti minum sebelum tidur. Waktu ideal ini tentu berbeda pada setiap orang, bergantung pada usia, status kesehatan, hingga aktivitas fisik atau seksual.

Secara umum, dokter spesialis urologi Vannita Simma-Chiang MD menganjurkan agar minum terakhi dilakukan 3-4 jam sebelum tidur. Namun, bila memang merasa haus atau tenggorokan terasa kering setelah itu, sebaiknya tetap minum air. Pastikan untuk buang air kecil sebelum tidur setelahnya.

Bila seseorang tetap terbangun untuk buang air kecil meski sudah mengotrol asupan minum, bisa jadi kondisi tersebut berkaitan dengan beberapa penyakit. Misalnya, diabetes, tekanan darah tinggi, atau penggunaan obat untuk kardiovaskular seperti obat diuretik.

Ahli gizi Jess Cording menyarankan orang-orang untuk menyiapkan segelas air di dekat tempat tidur mereka. Segelas air ini dipersiapkan untuk diminum keesokan hari saat bangun tidur. Minum air putih sesaat setelah bangun tidur dianjurkan untuk mempromosikan hidrasi yang positif sepanjang hari, untuk usus yang optimal, dan tubuh sehat secara keseluruhan. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA