Rabu 11 Nov 2020 17:36 WIB

Film Dokumenter: Putri Diana Frustrasi Diintai Agen Rahasia

Film dokumenter ITV yang tayang belum lama ini perlihatkan kehidupan Putri Diana.

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda
Pangeran Charles dan Putri Diana berpose bersama pada hari pengumuman pertunangan mereka, Istana Buckingham, Inggris, 24 Februari 1981.
Foto: EPA
Pangeran Charles dan Putri Diana berpose bersama pada hari pengumuman pertunangan mereka, Istana Buckingham, Inggris, 24 Februari 1981.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Semasa hidupnya, Putri Diana pernah diwawancarai jurnalis Martin Bashir untuk program dokumenter spesial Inggris "Panorama" yang tayang di saluran televisi BBC. Kini, setelah nyaris 25 tahun berselang, muncul dokumenter ITV bertajuk "The Diana Interview: Revenge of a Princess".

Bagian kedua dokumenter itu menyebut bahwa Diana pernah meminta agar wawancara eksklusif dengan Bashir ditayangkan di momen ulang tahun suaminya, Pangeran Charles. Itu artinya, Lady Di ingin publik mengetahui rahasianya lebih dulu daripada Sang Ratu.

Baca Juga

Dalam wawancara pada tahun 1995 itu, Princess of Wales mengungkapkan kepada Bashir masalah dalam pernikahannya. Ia memberi isyarat soal perselingkuhan Pangeran Charles.

"Tetapi, sebelum hasil wawancara itu ditayangkan, Diana tampaknya mendapat tekanan, sehingga hal itu tidak jadi diketahui dunia,” tulis laporan The Sun, dikutip Rabu (11/11).

Di lain sisi, teman dekat Diana menuduh Bashir memalsukan surat pernyataan dari Diana bahwa ibu dari Pangeran Harry dan Pangeran William itu tidak dipaksa untuk melakukan wawancara. Bashir juga dituduh oleh saudara Diana, Earl Spencer, telah menggunakan rekening koran palsu untuk membantu mendapatkan akses eksklusif kepada sang putri, sesuatu yang menurut BBC tidak ada hubungannya dengan fakta Diana bersedia berbicara kepada "Panorama".

Belum ada tanggapan dari Bashir soal tudingan tersebut. Wartawan berusia 57 tahun itu mengaku masih merasa lemah pasca operasi jantung.

Sementara itu, Richard Kay, seorang teman Putri Diana, berasumsi kemungkinan Bashir yang menyarankan untuk menayangkan wawancara itu pada 14 November, momen ulang tahun Pangeran Charles. Bisa jadi, Diana kemudian menanggapi dengan menyatakan persetujuannya.

Ketika ditanya, apa mungkin Diana bisa punya insiatif seperti itu. Kay tidak menampiknya.

"Ya menurutku, itu kenakalan yang bisa Diana lakukan,” kata Kay.

Sementara itu, bagian lain dari dokumenter memperlihatkan bagaimana Diana frustrasi karena merasa kerap dimata-matai oleh Istana. Dokumenter ITV itu muncul sepekan setelah Bashir mendapatkan tudingan mengenai caranya mengamankan wawancara untuk "Panorama" pada 1995.

Video itu memperlihatkan bahwa Diana merasa diikuti oleh Secret Service alias agen rahasia setelah berpisah dengan Charles. Penulis biografi Diana, Andrew Morton, mengatakan bahwa Diana tentu sangat prihatin dengan pengintaian, termasuk oleh MI5 dan MI6.

"Ada hal-hal aneh yang terjadi di dalam rumah tangga Pangeran dan Putri Wales. Pengawalnya, Ken Wharfe, yang meninggalkan tugas merasa bahwa dia sedang diikuti, tulis Morton.

Akibat kedekatannya dengan Diana, Kay yang jurnalis Daily Mail mengaku pernah beberapa kali mengalami perampokan. Kantornya pun sempat dibobol. Ia sampai mempekerjakan seorang detektif swasta gara-gara itu.

Ada pula mantan kepala pelayan Putri Diana, Paul Burrell, yang curiga bahwa dia sedang dimata-matai. Burrell merupakan pelayan kerajaan lama yang menjadi asisten pribadi dan kepercayaan Putri Diana.

Burrell mengatakan, sang putri memang curiga bahwa dia sedang diikuti dan diawasi. Diana berada di bawah pengawasan, baik itu peretasan telepon ataupun diintai.

“Ada saat-saat ketika kami melepaskan telepon untuk melihat apakah ada alat pendengar. Sang putri tidak paranoid, tapi dia khawatir,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement