Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Ketika Muhammad Ali Bersiap Diri untuk Berjumpa Allah

Rabu 11 Nov 2020 00:09 WIB

Red: Didi Purwadi

Muhammad Ali

Muhammad Ali

Foto: Reuters
Muhammad Ali meninggal dunia dalam usia 74 tahun pada Juni 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada hal mengharukan ketika Khabib Nurmagomedov memutuskan untuk pensiun sebagai petarung MMA beberapa hari lalu. Selain demi memenuhi pesan sang ibu tercinta, petarung Muslim asal Rusia itu beralasan ingin mempersiapkan diri untuk bekal kehidupan akhirat.

''Dalam hidup, saya tidak ingin terlalu berlebihan, bahkan walaupun Anda seorang miliuner, suatu saat akan tak bernafas. Karena itu saya ingin melakukan apa yang diperlukan saat saya mati. Saya sangat percaya dengan adanya kehidupan setelah mati. Saya sangat percaya dengan adanya kehidupan setelah mati," kata Khabib dikutip dari akun YouTube Best of MMA, Ahad (25/10).

Jawaban Khabib mengingatkan pada jawaban legenda tinju Muhammad Ali ketika ditanya seorang bocah cilik dalam sebuah acara talkshow di sebuah stasiun televisi pada 1977. Muhammad Ali saat itu berusia 35 tahun dan sedang berada di puncak karier.

Si anak kecil itu bertanya,’Apa yang akan Anda lakukan setelah pensiun nanti?’. Mendapat pertanyaan tersebut, Ali sempat berpura-pura tertidur sambil mendengkur. Si anak kecil dan para penonton tertawa, lalu Ali bangun menjawab: ‘’Tidur sepuasnya, itu yang akan saya lakukan.’’

Ali tentu hanya bercanda. Jawaban sesungguhnya sangat mengharukan dan menyentuh hati. 

Ali mengawali jawabannya dengan menyebut hidup di dunia hanya sebentar. Jika seandainya diberi hidup hingga 30 tahun ke depan, Ali menyebut waktunya sebanyak 9 tahun akan terpakai untuk tidur. Sebanyak 4 tahun hidupnya akan habis untuk waktu perjalanan dari dan ke sejumlah tempat. Dan, 3 tahun waktunya akan terpakai untuk nonton televisi, bioskop dan hiburan lainnya.

Jadi, kata Ali, waktu yang benar-benar bisa produktif digunakan hanyalah 16 tahun. "Lalu, apa yang akan saya lakukan dengan waktu 16 tahun tersebut," katanya. "Bersiap diri untuk bertemu Allah."

"Jadi, apa yang akan saya lakukan setelah pensiun? Saya akan bersegera menyiapkan diri bertemu Allah. Karena, pesawat yang saya tumpangi bisa meledak kapan saja. Bukankah setiap orang bisa meninggal kapan saja?" ujarnya. ‘’Dan, jika nanti mati, saya berharap mendapat tempat terbaik di surga nanti.’’

Pada 3 Juni 2016, Muhammad Ali menghembuskan nafas terakhir dalam usia 74 tahun. Semoga harapannya terkabul: Berjumpa Allah SWT dengan ditempatkan di surga-Nya. Amin

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA