Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Taliban Tuntut Biden Penuhi Janji Tarik Pasukan AS

Rabu 11 Nov 2020 02:58 WIB

Red: Ani Nursalikah

Taliban Tuntut Biden Penuhi Janji Tarik Pasukan AS. Pemimpin politis top Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar (ketiga dari kiri) bersama delegasi Taliban lainnya tiba untuk melakukan pembicaraan di Moskow, Rusia, 28 Mei 2019.

Taliban Tuntut Biden Penuhi Janji Tarik Pasukan AS. Pemimpin politis top Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar (ketiga dari kiri) bersama delegasi Taliban lainnya tiba untuk melakukan pembicaraan di Moskow, Rusia, 28 Mei 2019.

Foto: AP Photo/Alexander Zemlianichenko
Penarikan pasukan AS akan selesai dilakukan pada Mei 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Kelompok Taliban Afghanistan menuntut pemerintahan Amerika Serikat pimpinan presiden terpilih Joe Biden memenuhi perjanjian pada Februari untuk menarik pasukan AS dari Afghanistan.

Amerika Serikat telah mulai menarik pasukannya berdasarkan kesepakatan tersebut. Kesepakatan itu menggariskan penarikan tentara akan selesai dilakukan pada Mei 2021, tergantung pada pemenuhan jaminan keamanan.

Baca Juga

Penarikan pasukan AS itu berlangsung pada saat Taliban mengadakan pembicaraan perdamaian dengan pemerintah Afghanistan di Doha. "Emirat Islam ingin menekankan kepada presiden terpilih yang baru dan pemerintahan AS mendatang bahwa implementasi perjanjian adalah alat yang paling masuk akal dan efektif untuk mengakhiri konflik antara kedua negara kita," kata kelompok militan itu melalui pernyataan, Selasa (10/11).

Pernyataan itu merupakan komentar penting pertama yang dikeluarkan Taliban menyangkut hasil pemilihan presiden AS. Sementara itu, kekerasan telah meningkat di seluruh negeri saat pembicaraan di ibu kota Qatar melambat.

photo
Taliban dan pemerintah Afghanistan melakukan perundingan untuk terciptanya perdamaian. - (BBC/Reuters)
 

Taliban melakukan serangan ke ibu-ibu kota provinsi, yang dalam beberapa kasus memicu serangan udara Amerika Serikat. Berbagi pihak, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, juga telah mempertanyakan keberadaan Alqaidah.

Seorang pejabat senior PBB pada Oktober mengatakan kepada BBC bahwa kelompok itu masih sangat terikat dengan Taliban. Presiden AS yang akan pergi, Donald Trump, telah menjadikan pengakhiran perang di Afghanistan sebagai janji besarnya saat ia berkampanye.

Trump juga mengatakan dalam sebuah cicitan pada Oktober bahwa pasukan AS bisa keluar dari Afghanistan pada Natal. Namun beberapa pejabat, seperti penasihat keamanan nasionalnya, mengatakan mereka sedang bekerja dalam kerangka batas waktu Mei 2021.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA