Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Sunday, 23 Rajab 1442 / 07 March 2021

Jokowi Dorong Munculnya Inovator di Berbagai Sektor

Selasa 10 Nov 2020 19:00 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Agus Yulianto

Presiden Jokowi

Presiden Jokowi

Foto: Dokumentasi: Sekretariat Negara RI
Indonesia tak ingin tertinggal dari berbagai kemajuan dengan menciptakan inovasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong munculnya para inovator sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat. Menurutnya, Indonesia saat ini masih membutuhkan lebih banyak inovator di berbagai sektor seperti pangan, energi, kesehatan, termasuk inovasi dalam manajemen model bisnis dan digitalpreneur.

Berbagai inovasi yang ada, kata dia, juga dapat memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional termasuk menciptakan lapangan kerja baru dan juga sebagai modal untuk memenangkan persaingan. Hal ini disampaikannya saat membuka acara Inovasi Indonesia Expo 2020 secara virtual, Selasa (10/11).

"Saya mengajak para inovator memberikan sumbangsih bagi kemajuan bangsa dan negara, berkontribusi bagi kemanusiaan dan kehidupan yang lebih baik," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, inovasi merupakan kunci transformasi dan energi untuk menciptakan perubahan. Lebih lanjut, ia menyampaikan, selama masa pandemi ini banyak negara berlomba-lomba menjadi yang terdepan dan tercepat melalui inovasi di berbagai bidang. 

Hal tersebut menunjukkan pentingnya inovasi, apalagi di masa sulit akibat pandemi ini. Dia mengatakan, Indonesia pun tak ingin tertinggal dari berbagai kemajuan dengan menciptakan inovasi di bidang kesehatan. Salah satunya vaksin Merah Putih untuk mempercepat penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

"Para inovator juga berhasil menemukan karya-karya yang sangat dibutuhkan bagi percepatan penanganan Covid-19, salah satunya GeNose yang bisa mendeteksi virus melalui tiupan dari mulut yang mudah dan cepat," kata dia.

Selain itu, berbagai komunitas peneliti juga terus berupaya keras menemukan obat dan terapi yang efektif bagi pengobatan Covid. Kendati demikian, ia menekankan, inovasi tak bisa muncul begitu saja. Inovasi, kata dia, juga membutuhkan ekosistem yang kondusif.

"Expo ini adalah salah satu contoh ekosistem tersebut. Kita harus terus memfasilitasi kerja sama antar-stakeholder, memperkuat multiple helix, dan memperkuat kolaborasi antara para inovator dengan industri, pemerintah, juga masyarakat," ucapnya.

Dengan kerja sama dan kolaborasi tersebut, maka ia yakin karya para inovator tak akan berhenti hanya pada tahap purwarupa saja. Tetapi dapat berlanjut menuju produksi massal dan bahkan bergerak ke arah investasi komersial.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA