Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Kalah, Donald Trump akan Kehilangan Hak Istimewa di Twitter

Selasa 10 Nov 2020 13:40 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nur Aini

Laman Twitter Presiden AS, Donald Trump

Laman Twitter Presiden AS, Donald Trump

Foto: VOA
Cicitan akun pemimpin dunia tetap bisa aktif meski melanggar aturan Twitter

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON  -- Donald Trump memiliki waktu hingga Januari 2021 untuk mencicit tanpa dibatasi dengan aturan Twitter. Twitter mengatakan bahwa pada 20 Januari, jadwal pelantikan presiden terpilih Joe Biden, akun pribadi Trump akan kehilangan statusnya sebagai akun 'pemimpin dunia'.

Di Twitter, para pemimpin dunia diperlakukan berbeda. Cicitan yang biasanya akan dihapus atau mendapat sanksi hanya diberi informasi tambahan dari Twitter. Pengguna Twitter akan tahu meskipun pemimpin itu melanggar aturan Twitter, cicitan tetap aktif.

Hal itu karena Twitter percaya cicitan dari para pemimpin dunia adalah untuk kepentingan publik, bahkan ketika mereka melanggar pedomannya.

Baca Juga

"Fungsi penting dari layanan kami adalah menyediakan tempat di mana orang dapat secara terbuka dan publik menanggapi pemimpin mereka dan meminta pertanggungjawaban mereka," kata juru bicara Twitter dilansir di Business Insider, Selasa (10/11).

"Dengan mengingat hal ini, ada kasus-kasus tertentu yang mungkin menjadi kepentingan publik untuk memiliki akses ke cicitan tertentu, bahkan jika cicitan tersebut melanggar aturan kami," ujarnya.

Kebijakan tersebut berlaku untuk para pemimpin dunia saat ini. Twitter mulai mengambil tindakan terhadap cicitan Trump pada 26 Mei, menerapkan label pengecekan fakta ke dua cicitan yang menuduh surat suara Kalifornia akan menjadi sasaran penipuan.

Dua hari kemudian, Twitter mengambil tindakan terhadap cicitan Trump tentang protes George Floyd di Minneapolis karena melanggar aturan Twitter tentang 'menjunjung tinggi kekerasan'.

Menjelang pemilu, Twitter mulai menerapkan pembatasan pada cicitan yang dianggap melanggar kebijakan 'integritas sipil'. Banyak dari cicitan itu merinci klaim presiden yang tidak berdasar bahwa pemungutan suara melalui surat adalah penipuan.

Sejak Hari Pemilihan, platform tersebut telah mengambil tindakan terhadap banyak cicitan Trump. Beberapa hanya memiliki verifikasi fakta di sampingnya, sementara yang lain berada di belakang blok klik-tayang yang memperingatkan pengguna: "Beberapa atau semua konten yang dibagikan di cicitan ini disengketakan dan mungkin menyesatkan tentang pemilihan atau proses sipil lainnya."

Tidak jelas berapa lama akun Trump dapat bertahan setelah 20 Januari, tetapi jika dia terus membuat cicitan seperti yang dia lakukan, mungkin akunnya akan ditangguhkan. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA