Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Talak Sebelum Dukhul, Al-Baqarah Ayat 236-237 (3-Habis)

Senin 09 Nov 2020 20:09 WIB

Red: Ani Nursalikah

Talak Sebelum Dukhul, Al-Baqarah Ayat 236-237 (3-Habis). Sejumlah warga mengurus proses perceraian di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Talak Sebelum Dukhul, Al-Baqarah Ayat 236-237 (3-Habis). Sejumlah warga mengurus proses perceraian di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Foto: Republika/Prayogi
Ayat ini membicarakan tentang perceraian terhadap istri yang belum digauli.

REPUBLIKA.CO.ID,

وَإِنْ طَلَّقْتُمُوْهُنَّ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوْهُنَّ وَقَدْ فَرَضْتُمْ لَهُنَّ فَرِيْضَةً فَنِصْفُ مَا فَرَضْتُمْ إِلَّآ أَنْ يَعْفُوْنَ أَوْ يَعْفُوَا الَّذِيْ بِيَدِهٖ عُقْدَةُ النِّكَاحِۚ وَأَنْ تَعْفُوْآ أَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۚ وَلَا تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْۚ إِنَّ اللهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ ٢٣٧  

Baca Juga

Jika kamu menceraikan istri-istrimu sebelum kamu bercampur dengan mereka, padahal sesungguhnya kamu sudah menentukan maharnya, maka bayarlah separuh dari mahar yang telah kamu tentukan itu. Kecuali jika istri-istrimu itu memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah. Pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha melihat segala apa yang kamu kerjakan (237)

Selanjutnya pada ayat 237 Allah menjelaskan,

وَإِنْ طَلَّقْتُمُوْهُنَّ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوْهُنَّ وَقَدْ فَرَضْتُمْ لَهُنَّ فَرِيْضَةً فَنِصْفُ مَا فَرَضْتُمْ

Jika kamu menceraikan istri–istrimu sebelum kamu bercampur dengan mereka, padahal sesungguhnya kamu sudah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu.

Ayat ini menjelaskan bahwa suami yang menceraikan istrinya yang belum digauli, tetapi ia telah menetapkan maharnya, maka ia wajib membayar separuh mahar yang telah ditetapkan itu. Hal ini berbeda dengan penjelasan ayat sebelumnya yang menetapkan bahwa suami yang menceraikan istrinya tidak wajib membayar mahar apabila istri belum digauli dan mahar belum ditetapkan.

Bagaimana kalau mahar itu telah dibayarkan tunai ketika akad seperti yang umumnya terjadi sekarang? Dalam keadaan seperti ini, maka separuh untuk istri dan separuhnya lagi dikembalikan kepada suami.

Sebaliknya, kalau sebagian maharnya berutang, maka kekurangan itu diberikan kepada istri sehingga menjadi separuh dari yang telah ditetapkan. Seandainya sudah lebih dari separuh, maka istri mengembalikan kelebihannya. Ini yang bisa dipahami dari mafhum ayat.

 

sumber : Suara Muhammadiyah
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA