Senin 09 Nov 2020 17:00 WIB

Merapi Siaga, Dompet Dhuafa Bantu Mitigasi Bencana

Pengungsi tak cuma mendapatkan layanan pengobatan gratis, tapi penyuluhan kesehatan

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Gita Amanda
Warga mengevakuasi hewan ternak menuju kandang sapi komunal Huntap Gading di Kalitengah Lor, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Senin (9/11).  Warga Kalitengah Lor mulai melakukan evakuasi ternak sapi secara mandiri menuju kandang komunal di Huntap Gading. Satu kandang komunal bisa menampung 40 ekor sapi. Sapi-sapi dievakuasi karena wilayah Kalitengah Lor termasuk dalam kawasan rawan bencana Gunung Merapi. Dengan truk serta mobil bak terbuka warga mengevakuasi ternak sapi.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Warga mengevakuasi hewan ternak menuju kandang sapi komunal Huntap Gading di Kalitengah Lor, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Senin (9/11). Warga Kalitengah Lor mulai melakukan evakuasi ternak sapi secara mandiri menuju kandang komunal di Huntap Gading. Satu kandang komunal bisa menampung 40 ekor sapi. Sapi-sapi dievakuasi karena wilayah Kalitengah Lor termasuk dalam kawasan rawan bencana Gunung Merapi. Dengan truk serta mobil bak terbuka warga mengevakuasi ternak sapi.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa (DD) Yogyakarta lakukan respons kedaruratan atas naiknya status Gunung Merapi. Dilaksanakan sejak BPPTKG menetapkan kenaikan status dari waspada (level II) menjadi siaga (levek III).

Bersinergi dengan BPBD setempat, relawan-relawan DD membantu proses mitigasi bencana yang difokuskan terlebih dulu untuk warga kelompok rentan. DD telah membuka pula Pos Hangat sebagai tempat pantauan langsung kondisi Gunung Merapi.

Baca Juga

Koordinator Aksi Respon Dompet Dhuafa Yogyakarta, Imam Hidayat mengatakan, Pos Hangat tersebar di beberapa titik. Meliputi Desa Glagahrejo (Cangkringan), Desa Banyurejo (Tempel), Desa Tamanagung (Muntilan), dan Desa Deyangan (Mertoyudan)," kata Imam, Senin (9/11).

Ia menuturkan, semua Pos Hangat digunakan sebagai pusat informasi. Bantuan yang diberikan kepada pengungsi mulai dari hygine kit, pakaian layak pakai, makanan, obat-obatan, serta berupa Aksi Layanan Sehat oleh Tim Kesehatan Dompet Dhuafa.

"Pengungsi tidak cuma mendapatkan layanan pengobatan gratis, tapi juga penyuluhan kesehatan," ujar Imam.

Pimpinan Dompet dhuafa Yogyakarta, Bambang Edi Prasetyo menambahkan, sejauh ini DMC-DD menerjunkan 30 personel tim respon. Yang mana, terdiri dari tim penyelamatan, tim medis dan tim logistik.

"Untuk keperluan penyelamatan Dompet Dhuafa menyiapkan satu kendaraan taktis Unimog dan satu unit mobil penyelamat. Sedangkan, untuk tim medis dilengkapi dengan dua unit ambulans," kata Bambang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement