Senin 09 Nov 2020 12:32 WIB

Sepekan Jadi Zona Merah, Pemkot Bekasi Klaim Covid Turun

Saat ini jumlah kasus Covid-19 kumulatif di wilayahnya mencapai 7.325 kasus. 

Rep: Uji Sukma Medianti/ Red: Agus Yulianto
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.
Foto: Republika/Uji Sukma Medianti
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Pemerintah Kota Bekasi mengeklaim tren kasus Covid-19 di wilayahnya mengalami penurunan selama satu pekan terakhir. Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengumumkan Kota Bekasi sebagai satu-satunya wilayah zona merah di Jawa Barat.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menuturkan, saat ini jumlah kasus kumulatif di wilayahnya mencapai 7.325 kasus. Namun, angka kesembuhannya sebesar 93 persen.

"Kalau melihat sekarang angka kematian 2 persen. Turun. Total konfirmasi 7.325 kasus per hari ini. Ini bukan ukuran tidak berhasil. Harusnya semakin banyak yang diketemukan semakin berhasil atau semakin masif," kata Pepen, sapaan akrabnya di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Senin (9/11).

Politisi Partai Golkar ini menyebut, secara jumlah memang angka kasus Covid-19 di Kota Bekasi bertambah namun secara tren mengalami penurunan. Per Senin (9/11), angka kasus bertambah sebanyak 67 kasus. 

Menurut Pepen, angka penularan sudah relatif lebih rendah. "Jangan lihat 7.000-nya tapi lihat dari 2,4 juta penduduk. Keberhasilannya 92 persen angka kesembuhannya. Dua persen angka kematiannya. Secara epidemiologisnya, reproduksinya juga rendah dong," ujar dia.

Berdasarkan data yang dipaparkan Pepen, jumlah pasien Covid-19 yang sembuh mencapai 6.739 orang. Sementara jumlah kasus aktif yang menjalani perawatan di fasilitas isolasi dan isolasi mandiri ada sebanyak 393 orang.

"Nah yang sehatnya 6.700 sekian. Yang dirawat pelayanan kesehatan dan isolasi ada 393 meninggalnya 143. Angka kesembuhannya 93 persen. Angka kematiannya dua persen. Pasien aktif 5,2 persen," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement