Ahad 08 Nov 2020 13:47 WIB

Pemulung Mengaji yang Viral Belum Tentukan Sekolah di Mana

Pemulung yang fotonya mengaji viral masih di kampung halamannya.

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Indira Rezkisari
Akbar (kiri) didampingi Direktur LAZ Al-Hilal Iwan Setiawan (kanan) membaca Al-Quran di Kantor Pusat Pesantren Yatim Al-Hilal, Jalan Gegerkalong Hilir, Kota Bandung, Rabu (4/11). Muhammad Al-Gifari atau Akbar yang sehari-hari menjadi pemulung tersebut kini menjadi sosok yang viral dan menjadi perhatian masyarakat karena fotonya yang sedang membaca Al-Quran saat menunggu hujan reda di Jalan Braga, Kota Bandung. Foto: Abdan Syakura/Republika
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Akbar (kiri) didampingi Direktur LAZ Al-Hilal Iwan Setiawan (kanan) membaca Al-Quran di Kantor Pusat Pesantren Yatim Al-Hilal, Jalan Gegerkalong Hilir, Kota Bandung, Rabu (4/11). Muhammad Al-Gifari atau Akbar yang sehari-hari menjadi pemulung tersebut kini menjadi sosok yang viral dan menjadi perhatian masyarakat karena fotonya yang sedang membaca Al-Quran saat menunggu hujan reda di Jalan Braga, Kota Bandung. Foto: Abdan Syakura/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemulung yang viral akibat terfoto mengaji di sela-sela hujan di emperan Jalan Braga, Bandung, Muhammad Al-Gifari (16) yang akrab disapa Akbar, saat ini berada di kampung kelahirannya, Kabupaten Garut bersama kakek dan neneknya. Pascafotonya menjadi viral banyak pihak menawarkan bantuan, termasuk bantuan sekolah.

Direktur LAZ Al-Hilal, Iwan Setiawan, mengungkapkan Akbar masih berada di Garut bersama kakek dan neneknya. LAZ Al-Hilal merupakan salah satu lembaga yang menawarkan sekolah di pesantren milik mereka.

Baca Juga

Iwan mengatakan, pihak pesantren masih menunggu keputusan dari keluarga terkait keinginan Akbar untuk belajar di pesantren.

"Terakhir kami komunikasi, masih di Garut. Kami masih menunggu keputusan keluarga," ujarnya saat dihubungi, Ahad (8/11). Menurutnya, pihak Al-Hilal mempersilakan keluarga Akbar untuk memikirkan langkah selanjutnya terkait masa depan Akbar.

Meski menjadi pihak yang pertama menemukan Akbar, ia mengungkapkan Al-Hilal tidak akan memaksakan Akbar untuk belajar pesantren di Al-Hilal. "Al-Hilal walaupun yang pertama menemukan, tidak memaksakan keluarga untuk ke Al-hilal," katanya.

Rabu (4/11) lalu, Akbar pulang ke Bayongbong, Kabupaten Garut, didampingi oleh pengurus pesantren Al-Hilal. Ia disebut akan meminta izin kepada kakek dan neneknya serta orangtuanya untuk bisa mengenyam pendidikan di pesantren Al-Hilal.

Akbar ditemukan di Jalan Cikole, Lembang, pada Senin (2/11). Pihak LAZ Al-Hilal sempat ingin memastikan bahwa remaja yang mereka temukan benar Akbar yang pandai membaca Alquran. Iwan mengatakan apabila sudah mendapatkan izin maka Akbar akan kembali ke Kota Bandung dan mengenyam pendidikan di Pesantren Al-Hilal, Jalan Gegerkalong.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement