Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Wajarkah Presiden tak Baca Apa yang Ditandatangani?

Sabtu 07 Nov 2020 20:36 WIB

Rep: Erik Purnama Putra/ Red: Elba Damhuri

Klaster Demo Penolakan UU Ciptaker

Klaster Demo Penolakan UU Ciptaker

Foto: Republika
Yusril berkesimpulan presiden tidak harus membaca dokumen yang akan ditandatangani

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) periode 2004-2007, Yusril Ihza Mahendra, menganggap wajar seorang presiden tidak membaca apa yang ditandatanganinya, termasuk dalam meneken sebuah rancangan undang-undang (RUU) agar berlaku menjadi UU baru. Dia pun mengingat kala masih menjadi asisten Mensesneg Moerdiono kala pemerintahan Presiden Soeharto.

Baca Juga

Yusril yang dikenal sebagai pakar

Baca Selengkapnya di ihram.co.id

sumber : Republika.co.id
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA