Sabtu 07 Nov 2020 17:15 WIB

Dua Auditor Dilaporkan ke Polda Jatim

Ada ribuan laporan audit palsu di Indonesia yang dibuat oknum auditor.

Rep: jatimnow.com/ Red: jatimnow.com
.
.

jatimnow.com - Dua akuntan publik bersama Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) Korwil Jawa Timur dan Kalimantan mendatangi Polda Jatim di Surabaya, Sabtu (7/11). Mereka melaporkan dua oknum auditor independen yang diduga memalsukan laporan audit.

Dua akuntan publik yang menjadi korban adalah Anang Saifudin Junaidi asal Jalan Sidosermo, Surabaya dan Sugi Kuswardijah asal Jalan Wisma Permai Tengah, Mulyorejo, Surabaya.

"Saya di sini (Polda Jatim) untuk mengantarkan, mendampingi dua anggota saya untuk membuat laporan terkait dugaan pemalsuan laporan audit yang dilakukan oknum auditor independen di beberapa perusahaan," sebut Habib Basuni, Ketua Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) Korwil Jatim dan Kalimantan setelah membuat laporan di SPKT Polda Jatim.

"Dalam hal ini, anggota saya selaku korban merasa dirugikan atas ulah sejumlah oknum tersebut. Sebenarnya masih banyak lagi korban, tapi untuk sementara baru dua yang melapor," tambah Habib.

Habib menyebut ada dua auditor yang dilaporkan. Hal itu dilakukan lantaran dua auditor itu telah merugikan korban karena merasa tidak menandatangani laporan audit Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr Radjiman Wediodiningrat, Lawang, Malang dan laporan audit Bagian Pengadaan Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo.

Berdasarkan penelurusan yang telah dilakukan oleh pihak IAPI, ada ribuan laporan audit palsu di seluruh Indonesia yang dilakukan oleh para oknum auditor itu.

"Berdasarkan penelusuran dan pertemuan asosiasi perusahaan, ratusan bahkan ribuan se Indonesia ini," beber Habib.

Habib berharap, dua auditor yang dilaporkan tersebut dapat segera ditindaklanjuti kepolisian, agar kasus serupa tidak lagi terjadi.

"Ini tadi laporan sudah diterima di Ditreskrimum. Kami harap agar pihak terlapor segera dipanggil dan klarifikasi. Jangan sampai pemalsuan itu berlanjut. Kami menjaga profesi kami dengan melapor ke polisi agar ke depan tidak ada lagi pemalsuan," tandasnya.

Sementara Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko belum mengetahui adanya laporan tersebut. Namun pihaknya mengaku akan melakukan pengecekan.

"Belum, belum tahu. Nanti akan coba kita cek berkas laporannya," jawab Trunoyudo saat dikonfirmasi.

 

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan jatimnow.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab jatimnow.com.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement