Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Pasien Covid-19 di Bantul Tambah 29 Orang

Jumat 06 Nov 2020 23:56 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Foto: EPA/CDC
Total kasus Covid di Bantul mencapai 1.233 Orang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Pasien konfirmasi positif terinfeksi Covid-19 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam 24 jam terakhir bertambah 29 orang. Sehingga, total kasus positif terpapar virus Corona baru tersebut per Jumat (6/11) menjadi 1.233 orang.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul dalam keterangan resminya di media sosial, Jumat malam, menyatakan ke 29 pasien baru tersebut berasal dari Kecamatan Kasihan dua orang, kemudian Kecamatan Sewon 24 orang, dan Kecamatan Pandak tiga orang.

Baca Juga

Selain kasus konfirmasi positif, Gugus Tugas Covid-19 Bantul juga mengabarkan adanya penambahan pasien sembuh dalam hari yang sama sebanyak 19 orang yang tersebar di delapan kecamatan. Dengan demikian total angka kesembuhan di Bantul secara akumulasi hingga Jumat (6/11) sebanyak 904 orang.

Gugus Tugas Covid-19 Bantul juga menginformasikan adanya kasus konfirmasi yang meninggal satu orang berasal dari Kecamatan Kasihan. Sehingga total kasus positif meninggal sampai saat ini sebanyak 27 orang.

Dengan demikian, pasien positif Covid-19 yang masih menjalani isolasi di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bantul maupun perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan wilayah DIY berjumlah 302 orang.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul Helmi Jamharis mengatakan bahwa pada saat ini Kabupaten Bantul memang mengalami lonjakan angka kasus terpapar virus corona. Sebagian besar dari pondok pesantren yang menjadi tempat penularan.

"Sebagian besar berasal dari lingkungan pondok pesantren yang berada di Krapyak Sewon, jadi pondok pesantren saat ini menjadi salah satu klaster penularan yang terus menerus kita monitor, kita antisipasi dan kita tingkatkan upaya-upaya pengendaliannya," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA