Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Ilmu Itu 3 Jengkal, Jengkal Pertama Rasa Sombong

Jumat 06 Nov 2020 23:15 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Puncak dari jengkal ilmu justru perasaan tidak tahu apa-apa Ilustrasi belajar ilmu

Puncak dari jengkal ilmu justru perasaan tidak tahu apa-apa Ilustrasi belajar ilmu

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Puncak dari jengkal ilmu justru perasaan tidak tahu apa-apa

REPUBLIKA.CO.ID, *Oleh Ustadz Yendri Lc MA*

Ilmu itu tiga jengkal. Orang yang baru sampai di jengkal pertama akan merasa sombong. Orang yang sampai di jengkal kedua akan rendah hati. Orang yang sampai di jengkal ketiga akan yakin bahwa ia tidak tahu apa-apa.

Baca Juga

Ilmu ibarat lautan luas yang tak bertepi. Karena itu tak ada kata berhenti dalam mencari ilmu.

Tak perlu malu ketika harus mengubah pendapat sendiri jikalau menemukan dalil dan argumentasi yang jauh lebih kuat. Bertahan dengan pendapat lama karena takut dikatakan tidak istiqamah justru menjadi bukti bahwa kita kurang telaah.

Ya, ada sejumlah pendapat dalam masalah tertentu yang mesti dipertahankan, tapi itu tidak seberapa. Selebihnya adalah mahall nazhar dan ijtihad basyari. Boleh bersemangat menyuarakan satu pendapat, tapi tetaplah sisakan ruang bagi pendapat berbeda yang boleh jadi lebih kuat.

Dengan menyisakan ruang bagi kemungkinan adanya pendapat lain yang benar, kita akan terhindar dari ta'ashub. Bukan ta'ashub pada mazhab tapi ta'ashub pada diri sendiri.

Mungkin ini diantara sebab kenapa para imam mazhab jauh dari penyakit ta'ashub, karena slogan mereka adalah :

رأيي صواب يحتمل الخطأ ورأي غيري خطأ يحتمل الصواب 

"Pendapat saya benar, boleh jadi salah. Pendapat orang lain salah, boleh jadi benar."

Ini bukan keragu-raguan. Ini adalah pengakuan tulus dan jujur dari mereka yang sudah mengarungi lautan ilmu yang luas dan menyadari bahwa ilmu manusia sangat terbatas. 

Imam Abu Hanifah menegur murid dan sahabatnya Abu Yusuf yang menulis setiap kalimat yang keluar dari mulutnya.

"Hai Ya'qub, jangan tulis semua yang engkau dengar dariku. Boleh jadi hari ini aku berpendapat A, besok sudah aku tinggalkan, dan besok aku berpendapat B, lusa sudah aku tinggalkan."

*Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Diniyyah Puteri Padang Panjang, Sumatra Barat 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA