Jumat 06 Nov 2020 18:56 WIB

Mendag Lepas 5 Kontainer Ekspor Furnitur Rotan

Furnitur rotan yang diekspor merupakan hasil produksi 3 pelaku UMKM di Cirebon.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya
Perajin menyelesaikan pembuatan kursi rotan di Kapetakan, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (10/10/2020). ilustrasi
Foto: Antara/Dedhez Anggara
Perajin menyelesaikan pembuatan kursi rotan di Kapetakan, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (10/10/2020). ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perdagangan Agus Suparmanto melepas 5 kontainer ekspor furnitur rotan dari total 40 kontainer ekspor. Seluruhnya merupakan hasil produksi 3 pelaku Usaha kecil dan Menengah (UKM) asal Cirebon yang merupakan binaan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Ketiga pelaku UKM tersebut, yaitu CV Nagam Rattan, CV Cipta Abadi, dan CV Hanif Rattan. Pelepasan ekspor berlangsung di CV Nagam Rattan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Baca Juga

Total 40 kontainer ekspor tersebut rencananya akan dikirimkan ke berbagai negara tujuan ekspor Indonesia seperti Amerika Serikat (AS), Kanada, Jepang, Korea Selatan, Australia, serta negara-

negara Uni Eropa seperti Jerman, Prancis, Italia, dan Denmark. “Saya menyambut gembira keberhasilan para pelaku usaha rotan mendapatkan tempat di pasar global," jelas Menteri Perdagangan Agus Suparmanto melalui keterangan resmi, Jumat (6/11).

Ia berharap, tekad, dan perjuangan para pelaku UKM eksportir dari Cirebon ini mampu memotivasi para eksportir. Khususnya pelaku UKM di seluruh Indonesia sehingga mampu 

mendorong kinerja ekspor nonmigas Indonesia. 

Pelepasan konvoi kontainer ekspor ini turut dihadiri oleh Bupati Cirebon Imron Rosyad, Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) James Rompas, Direktur PT Debindomulti Adhiswasti, Budiarto Linggowijono, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Arifin Soendjayana. “Keberhasilan ekspor ini sekaligus menunjukkan produk ekspor furnitur rotan Indonesia tidak hanya mampu menjaga kualitas, tetapi juga telah sesuai dengan permintaan dan tren pasar dunia saat ini yang cenderung menggunakan bahan alami, ramah lingkungan, dan mengantongi sertifikat legalitas kayu (V-Legal),” jelas dia. 

Berbagai produk yang diekspor kali ini juga merupakan hasil binaan balai Pendidikan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Kemendag lewat program Pelatihan dan Pendampingan Ekspor.

Program pembinaan ini merupakan wujud komitmen Kemendag dalam mendukung UKM agar mereka dapat membidik pasar global untuk menjual produk-produk mereka. 

Sehingga, UKM dapat semakin menunjukkan kontribusi mereka terhadap surplus neraca perdagangan Indonesia. Indonesia merupakan negara produsen rotan terbesar dunia. 

Pada 2019, Indonesia berada di peringkat ke-3 negara eksportir produk rotan terbesar dunia. Dengan pangsa ekspor 6,11 persen, di bawah Republik Rakyat Tiongkok (45,15 persen) dan Vietnam (12,49 persen).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement