Kamis 05 Nov 2020 22:07 WIB

Wagub: Sasaran Distribusi Vaksin Covid-19 di DKI Sudah Siap

DKI akan prioritaskan tenaga kesehatan saat vaksin didistribusi pemerintah pusat.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria
Foto: Shabrina Zakaria
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan sasaran pemberian vaksin Covid-19 di Ibu Kota sudah siap. Hal ini seiring rencana distribusinya oleh pemerintah pusat pada pekan ketiga Desember.

"Kami tunggu hadirnya vaksin dari pemerintah pusat. Kami dan seluruh jajaran dinas gugus tugas Covid-19 di DKI Jakarta sudah siap. Jajaran kami, tenaga kesehatan sudah siap dan sasarannya juga sudah siap," kata Riza di Jakarta, Kamis (5/11).

Baca Juga

Riza menyebutkan Pemprov DKI akan memprioritaskan tenaga kesehatan (nakes) saat vaksin didistribusi oleh pemerintah pusat. "Prioritas pertama itu kepada nakes. Memang ada prioritas-prioritas yang harus kami utamakan. Apalagi di Jakarta kita memiliki fasilitas yang baik, sumber daya yang baik dan seluruh perangkat yang baik," ucapnya.

Sebelumnya, vaksinasi Covid-19 di Indonesia mundur dari rencana awal yang disebut-sebut akan dimulai November ini, jadinya akan dimulai pada pekan ketiga Desember 2020. Saat ini, vaksin tengah dilakukan uji klinis fase ketiga di Bandung, Jawa Barat, yang dikembangkan Sinovac dan Bio Farma.

"Kami akan melakukan vaksinasi di minggu ketiga Desember," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Maritim) Luhut Binsar Pandjaitan, Rabu (4/11).

Menurut dia, kemungkinan mundurnya jadwal vaksinasi bukan karena tidak adanya pasokan vaksin, melainkan karena dibutuhkan waktu bagi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk bisa mengeluarkan emergency use authorization. Luhut mengatakan untuk bisa melakukan vaksinasi, pemerintah Indonesia juga akan menggunakan persetujuan penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/ EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Saya rasa (vaksinasi akan dilakukan pada) sekitar sembilan juta orang di wilayah spesifik yang kami percaya berkontribusi besar pada tingginya kasus COVID-19. Di Jakarta, misalnya, ada sejumlah area yang kami percaya berkontribusi besar pada kasus COVID-19 dan berikan mereka suntikan," kata Luhut.

Luhut yang juga menjabat Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu mengatakan, dalam jangka pendek, pemerintah menargetkan bisa membuat wilayah Bali menjadi zona hijau pada awal tahun 2021 mendatang menyusul vaksinasi pada pekan ketiga Desember itu. "Kami ingin lihat Bali jadi zona hijau, itu target kami, Bali jadi zona hijau harapannya pada awal tahun depan karena kita akan mulai vaksinasi mulai minggu ketiga Desember," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement