Kamis 05 Nov 2020 23:02 WIB

Ditjen Hubla Siapkan KPLP Awasi Pelayaran Destinasi Wisata

Kapal Patroli Kelas III Alumunium akan ditempatkan di wilayah Indonesia bagian timur.

Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) akan membangun 1 (satu) Kapal Patroli Kelas III yang rencananya akan ditempatkan di Wilayah Timur Indonesia.
Foto: Humas Ditjen Hubla
Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) akan membangun 1 (satu) Kapal Patroli Kelas III yang rencananya akan ditempatkan di Wilayah Timur Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus berkomitmen dalam meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana transportasi laut secara berkesinambungan. Guna menjalankan komitmen tersebut, Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) akan membangun 1 (satu) Kapal Patroli Kelas III yang rencananya akan ditempatkan di Wilayah Timur Indonesia.

"Dalam rangka meningkatkan fungsi pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di wilayah perairan Indonesia, kita akan membangun 1 (satu) unit Kapal Patroli Kelas III Alumunium yang rencananya akan ditempatkan di wilayah Indonesia bagian timur," ujar Direktur KPLP Ahmad saat memberikan sambutan pada acara peletakan lunas (keel laying) Kapal Patroli Kelas III Alumunium di Makassar dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Kamis (5/11).

Menurut Ahmad, kegiatan ini merupakan acara yang penting karena merupakan awal dari konstruksi kapal yang juga menjadi hari dan tanggal kelahiran kapal. "Artinya umur kapal akan dihitung sejak keel laying. Diharapkan pembangunan kapal dapat diselesaikan dengan tepat mutu dan tepat waktu," katanya. 

Sebagai informasi, pembangunan 1 (satu) unit Kapal Patroli Kelas III Alumunium ini dilaksanakan oleh PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) – Makassar, dimana jangka waktu pelaksanaan pembangunan yaitu maksimal 19 bulan, dan direncanakan akan diserahterimakan pada bulan Juni 2021.

Dikatakan Ahmad, rencananya kapal patroli tersebut akan ditempatkan dan dioperasikan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Sorong. "Dalam pembangunan Kapal Patroli Kelas III Alumunium ini sesuai dengan kaidah-kaidah pembangunan kapal dan diawasi oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dan Marine Inspector dari Kantor Kesyahbandaran, serta Konsultan Pengawas," tuturnya. 

Adapun spesifikasi Kapal Patroli Kelas III Alumunium tersebut memiliki ukuran pokok dengan panjang (LOA) 28.9 meter, lebar 5.85 meter, tinggi sarat 1.15 meter, kecepatan min 24 knot dengan total nilai kontrak sebesar Rp 26.3 Miliar. 

Ahmad berharap, semoga peletakan lunas (Keel Lying) Kapal Patroli Kelas III Aluminium ini dapat terlaksana dengan baik, lancar, aman dan tepat waktu serta dapat menghasilkan kapal yang berkualitas.

Selain itu, dalam waktu yang hampir bersamaan, guna menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran dalam mendukung destinasi wisata super prioritas, Ditjen Perhubungan Laut juga akan membangun Kapal Patroli KPLP Kelas III di Orela, Lamongan.

Ahmad berharap, pembangunan kapal ini dapat dilakukan percepatan penyelesaian pada April 2021, dimana sebelumnya ditargetkan pada Juni 2021. Rencananya, kata dia, Kapal patroli tersebut akan ditempatkan di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Manado. 

Ahmad optimis dengan peluncuran Kapal Patroli ini dapat meningkatkan pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran serta menjadi garda terdepan dalam mengemban tugas sebagai penegak hukum (law enforcement) di bidang keselamatan  dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement