Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Bertambah 168 Kasus Covid-19 di DIY, Mayoritas OTG

Kamis 05 Nov 2020 18:02 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yudha Manggala P Putra

Pengecekan pasien dengan metode polymerase chain reaction atau PCR (ilustrasi).

Pengecekan pasien dengan metode polymerase chain reaction atau PCR (ilustrasi).

Foto: AP Photo/Gerald Herbert
Penambahan 168 kasus positif Covid-19 di DIY merupakan angka harian tertinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, sebagian besar kasus baru Covid-19 yang dilaporkan pada 5 November 2020 ini merupakan terkonfirmasi positif tanpa gejala (OTG). Hal ini, katanya, harus menjadi perhatian agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap penularan Covid-19 yang berpotensi terus meluas.

Setidaknya ada 168 kasus baru yang dilaporkan pada 5 November ini. Jumlah tersebut merupakan kasus baru tertinggi di DIY yang pernah dilaporkan per harinya.

"Dari sekian yang terkonfirmasi positif, sebagian terbesar adalah orang yang tidak punya keluhan apa-apa, tidak ada tanda-tanda sakit. Ini justru harus lebih hati-hati karena kita tidak tahu apakah seseorang itu akan jadi sumber penularan atau tidak, karena orang ini tidak nampak sakit," kata Aji di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (5/11).

Kasus-kasus OTG tersebut tidak dirawat di rumah sakit rujukan penanganan Covid-19. Aji menyebut, ada yang diisolasi di shelter yang sudah disediakan oleh masing-masing kabupaten/kota dan ada juga yang menjalani isolasi mandiri.

"Saat ini masing-masing Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap mereka yang sudah terkonfirmasi positif, tapi tidak berada di rumah sakit," ujarnya.

Dari 168 kasus baru yang dilaporkan di DIY, 139 kasus diantaranya warga Bantul. Banyaknya kasus baru yang dilaporkan dari Bantul merupakan hasil pelacakan (tracing) dari kasus yang ditemukan di lembaga pendidikan.

Ada 129 kasus dari total 139 kasus yang merupakan hasil tracing institusi pendidikan. Juru Bicara Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan, seluruh kasus dari hasil tracing ini dalam kondisi baik.

"Insya Allah semua dalam kondisi baik. Penanganan sudah dilakukan dengan berkoordinasi, bekerja sama antara dinas kesehatan, puskesmas, pihak institusi pendidikan dan pemerintah desa," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA