Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Zakat Efektif Atasi Kemiskinan

Kamis 05 Nov 2020 17:03 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah

Zakat Efektif Atasi Kemiskinan. Zakat Digital Ilustrasi.

Zakat Efektif Atasi Kemiskinan. Zakat Digital Ilustrasi.

Foto: Dok PPPA Daarul Quran.
Zakat dapat menyediakan sumber pembiayaan yang berkelanjutan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyampaikan zakat dapat menjadi alat yang efektif dan berkelanjutan untuk mengangkat masyarakat keluar dari kemiskinan. Untuk semakin memaksimalkan peran dan manfaat zakat, Baznas menjalin kerja sama dengan Islamic Development Bank (IsDB).

Ketua Baznas Bambang Sudibyo mengatakan, Baznas fokus membantu masyarakat miskin di Indonesia. Pada saat pandemi Covid-19, orang miskin paling terkena dampaknya. Banyak orang kehilangan pekerjaan dan pendapatan saat pandemi Covid-19.

Baca Juga

"Zakat salah satu dari lima rukun Islam dan dipungut pada semua orang yang memiliki kekayaan di atas nisab, (zakat) dapat menyediakan sumber pembiayaan yang berkelanjutan dan dapat memenuhi kebutuhan sendiri untuk mengangkat delapan kategori mustahik," kata Bambang saat menyampaikan pidato pembukaan Webinar dan Peluncuran Strategic Partnership Between IsDB and Baznas, Kamis (5/11). 

Ia menjelaskan, jika sumber keuangan sosial Islam ini disalurkan secara terkoordinasi untuk pengembangan kolektif masyarakat yang membutuhkan dan memenuhi syarat. Maka zakat dapat menjadi alat yang efektif dan berkelanjutan untuk mengangkat masyarakat miskin keluar dari kemiskinan.

Ia juga menyampaikan, salah satu kemitraan strategis Banzas dengan IsDB adalah bantuan teknis untuk mengintegrasikan zakat dan program penanggulangan kemiskinan berbasis masyarakat. IsDB akan mendukung proyek tersebut dengan dana sebesar USD 515 ribu atau sekitar Rp 7,3 miliar melalui dua hibah bantuan teknis. Pertama, dari International Society of Furniture Designers (ISFD) dan kedua dari IsDB. 

Sementara, Baznas menyediakan dana sebesar 230 ribu dolar AS atau sekitar Rp 3,3 miliar. Sehingga proyek percontohan tersebut bernilai 745 ribu dolar AS atau sekitar Rp 10,7 miliar.

Proyek ini terdiri dari lima komponen, yaitu peningkatan teknologi informasi, peningkatan dan pengembangan kapasitas, kampanye kesadaran zakat masyarakat, piloting zakat dalam pengembangan berbasis masyarakat (CDD), dan manajemen proyek. 

"Baznas adalah badan pelaksana dan akan mengelola pelaksanaan proyek. Kami yakin dengan kolaborasi ini kami akan membawa kemajuan bagi pengelolaan zakat Indonesia dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya.

Bambang menyampaikan, menyadari kebutuhan yang sangat besar untuk mendukung masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19, sebagian dana hibah dari kolaborasi ini dialokasikan untuk inisiatif pemulihan Covid-19. Di bawah skema ini Baznas memberikan dukungan pemulihan mata pencaharian untuk 35 pengusaha mikro yang mengoperasikan toko ritel Zmart.

Selain itu, Baznas juga mendukung 78 sekolah di enam kota dengan fasilitas cuci tangan dan peningkatan kapasitas untuk memitigasi risiko kesehatan terkait Covid-19. "Kami juga bekerja sama dengan UNICEF untuk menyediakan dokumen pedoman teknis penggunaan dana zakat untuk mendukung program air, sanitasi, dan kebersihan," ujarnya.

Ia mengatakan, penggunaan dana zakat harus memiliki makna strategis untuk menegakkan ukhuwah, persaudaraan, kerja sama, dan solidaritas antar bangsa Muslim serta ummah untuk mencapai tujuan bersama. Kolaborasi ini merupakan platform untuk merumuskan solusi yang efektif atas permasalahan multidimensi di dunia Islam.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA