Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Ini Fakta Jelang Laga AC Milan Vs Lille

Kamis 05 Nov 2020 15:56 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Endro Yuwanto

 Pemain AC Milan, Brahim Diaz.

Pemain AC Milan, Brahim Diaz.

Foto: acmilan
Ini pertemuan pertama Milan dan Lille sejak terakhir bentrok pada musim 2006/2007.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Dua tim yang sedang dalam tren positif bertemu pada matchday ketiga Grup H Liga Europa musim 2020/2021. Penguasa sementara Serie A Italia, AC Milan versus pemilik kursi runner-up Ligue 1 Prancis, LOSC Lille.

Milan menjadi tuan rumah. Tepatnya di Stadion San Siro, Jumat (6/11) dini hari WIB. Menurut Opta dan Whoscored, berikut sejumlah data dan fakta berkaitan dengan pertandingan tersebut.

- Tuan rumah tidak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir pada ajang Liga Europa. Sementara dalam 12 partai terakhir, pada ajang yang sama, kubu tamu gagal meraih kemenangan di 11 kesempatan.

- Ini pertemuan pertama Milan dan Lille sejak terakhir bentrok pada musim 2006/2007. Saat itu, Rossoneri dan Les Dogues bertarung di pentas Liga Champions. Di Prancis, skor berakhir 0-0. Saat bertanding di San Siro, Rossoneri menyerah 0-2.

- Milan hanya sekali mengalami kekalahan dalam 15 laga kandang terakhir, kontra tim Prancis, pada kompetisi Eropa. Sisanya Il Diavolo memenangkan 10 pertandingan dan imbang di empat kesempatan. Satu-satunya kekalahan terjadi ketika skuat merah-hitam menjamu Lille di San Siro, sekitar Desember 2006.

- Lille selalu kalah dalam tiga partai terakhir melawan tim Italia pada kompetisi Eropa. Dua kekalahan teranyar, terjadi ketika Les Dogues bertemu Inter Milan pada ajang Liga Champions musim 2011/2012. Saat itu, Les Dogues ditumbangkan Nerazzurri baik di partai kandang maupun tandang.

- Pada matchday perdana Grup H musim ini, Lille mengalahkan tuan rumah Sparta Praha. Itu kemenangan tandang pertama wakil Ligue 1 tersebut pada ajang Liga Europa, sejak Oktober 2009.

- Brahim Diaz sudah mencetak gol dalam dua laga beruntun AC Milan pada ajang Liga Europa. Ia berpotensi menyamai torehan Zlatan Ibrahimovic pada musim 2011/2012 silam. Saat itu Ibra mencetak gol untuk Milan dalam tiga pertandingan berturut-turut di kompetisi terelite antarklub Benua Biru.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA