Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Pejabat Michigan: Tuntutan Tim Kampanye Trump Konyol

Kamis 05 Nov 2020 15:28 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Presiden Donald Trump

Presiden Donald Trump

Foto: AP/Alex Brandon
Tim kampanye Trump meminta otoritas Michigan menghentikan penghitungan suara.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Sekretaris Negara Bagian Michigan Jocelyn Benson menyebut tuntutan calon presiden pejabat Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menghentikan penghitungan surat suara di wilayah itu sebagai suatu hal yang konyol. Tim kampanye Trump sebelumnya menyebut bahwa mereka telah mengajukan tuntutan hukum di Michigan untuk meminta agar penghitungan surat suara dihentikan. Selain itu, mereka juga meminta akses yang lebih luas terhadap proses tabulasi.

"Saya yakin hal ini konyol," kata Benson, menanggapi tuntutan yang diajukan tim kampanye Trump tersebut, dalam sebuah konferensi pers, Rabu (4/10).

Ia menambahkan bahwa semua surat suara sah di wilayah negara bagian itu telah ditabulasi sesuai jadwalnya. Benson juga menyebut penghitungan suara dilakukan secara efisien, transparan, aman, dan sesuai prosedur. Siapa pun yang menyatakan hal sebaliknya berarti tidak senang dengan hasil tersebut.

Otoritas Negara Bagian Michigan akan melakukan perlawanan yang keras terhadap upaya apapun dilancarkan untuk membuat sengketa atas hasil penghitungan suara atau menyebarkan informasi keliru.

Media CNN dan NBC memproyeksikan capres AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, menang di Michigan per Rabu siang--sehingga memberikan Biden 16 suara electoral college yang menambah perolehan dia untuk mencapai persyaratan 270 suara yang dibutuhkan untuk memenangkan pemilu.

Dengan 99 persen suara yang telah dihitung, Biden mengungguli Trump dengan perbandingan 50,3 persen lawan 48,1 persen, atau hampir 120 ribu suara--jauh melebihi jumlah suara yang memenangkan Trump di Michigan pada pemilu 2016 lalu, yakni sekitar 10.000 suara.

sumber : Reuters/Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA