Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Wapres: Banyak Produk Impor Berbahan Mentah dari Indonesia

Kamis 05 Nov 2020 14:01 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Fuji Pratiwi

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. Wapres menyingung banyaknya produk impor beredar di Indonesia ternyata berasal dari bahan mentah Indonesia.

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. Wapres menyingung banyaknya produk impor beredar di Indonesia ternyata berasal dari bahan mentah Indonesia.

Foto: KIP/Setwapres
Pemerintah mendorong bahan alami mentah diolah menjadi bahan baku di dalam negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menyingung banyaknya produk impor beredar di Indonesia ternyata berasal dari bahan mentah Indonesia. Produk impor yang beredar itu hanya berganti label dari negara pengolah saja.

Hal itu kata Kiai Ma'ruf, terjadi karena Indonesia masih belum mampu mengoptimalkan sumber daya alam menjadi kekuatan perekonomian nasional. Selama ini, Indonesia masih mengeksport bahan alami mentah.

Baca Juga

"Bahan tersebut diolah di luar negeri menjadi bahan baku, lalu diimport kembali ke Indonesia menjadi bahan baku produk," ujar Kiai Ma'ruf saat membuka acara Ijtima Sanawi Dewan Syariah Nasional MUI tahun 2020 secara virtual, Kamis (5/11).

Karena itu, saat ini pemerintah sedang mendorong agar bahan alami mentah dapat diolah dan diubah menjadi bahan baku di dalam negeri. Sehingga membawa kemanfaatan lebih besar pada kepentingan nasional.  

Hal ini juga, kata Kiai Ma'ruf, tujuan dari pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Yakni selain menjaga umat melakukan transaksi sesuai syariah juga untuk penguatan ekonomi nasional. 

"Pemerintah sedang menyusun instrumen yang tepat agar bisa mendorong hal itu bisa segera terwujud. UU Cipta Kerja yang baru saja disahkan sejatinya diarahkan untuk mewujudkan hal itu," ujar Kiai Ma'ruf.

Ia menjelaskan, berbagai hambatan yang selama ini dikeluhkan mulai dari masalah panjang dan mahalnya birokrasi dan perizinan usaha, melalui UU tersebut disederhanakan. Ia pun optimistis, hal itu dapat merangsang tumbuhnya lebih banyak industri halal di dalam negeri.

"Sehingga pasar halal kita yang besar itu dapat diisi oleh produk-produk dalam negeri," kata dia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA