Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

 Alami 4 Kali Serangan Jantung, Mbah Djiwo Gunakan JKN-KIS

Kamis 05 Nov 2020 12:30 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Mbah Djiwo yang juga merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tersebut telah beberapa kali menjalani perawatan dikarenakan penyakit jantungnya kambuh. Mulai dari rawat jalan, hingga rawat inap pernah dilaluinya dalam masa pengobatan penyakit yang dideritanya.

Mbah Djiwo yang juga merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tersebut telah beberapa kali menjalani perawatan dikarenakan penyakit jantungnya kambuh. Mulai dari rawat jalan, hingga rawat inap pernah dilaluinya dalam masa pengobatan penyakit yang dideritanya.

Foto: BPJS Kesehatan
Mbah Djiwo ingatkan semua daftar JKN-KIS sebelum mengalami sakit

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN -- Di usianya yang tidak lagi muda, membuat Sudjiwo atau yang akrab dipanggil Mbah Djiwo sangat menjaga pola hidup sehat demi dapat menikmati masa tua bersama anak cucunya. Pria 77 tahun tersebut merupakan pensiunan PNS yang memiliki riwayat penyakit jantung.

“Ya dulu waktu masih muda saya pernah menjadi seorang perokok aktif. Tapi sebenarnya jauh sebelum divonis memiliki penyakit jantung, saya sudah berhenti merokok,” cerita Sudjiwo mengawali cerita.

Pria yang juga merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tersebut telah beberapa kali menjalani perawatan dikarenakan penyakit jantungnya kambuh. Mulai dari rawat jalan, hingga rawat inap pernah dilaluinya dalam masa pengobatan penyakit yang dideritanya.

“Tahun 2012 empat kali saya mengalami serangan jantung, pernah sampai dirujuk ke rumah sakit di Solo pada tahun 2018. Dan alhamdulillah sampai saat ini saya masih diberikan kesehatan untuk bisa berkumpul dengan keluarga,” katanya.

Tak berhenti sampai di situ, ternyata pada tahun 2018 dan tahun 2019 Sudjiwo juga mengalami sakit akan tetapi bukan dari penyakitnya terdahulu. Ia mengalami peradangan pada kelenjar prostat dan mengharuskannya untuk dilakukan tindakan operasi.

“Ternyata setelah itu ganti lagi penyakitnya, sampai harus operasi prostat dalam waktu dua tahun berturut-turut. Dan lagi-lagi saya bersyukur diberikan kelancaran dan kesembuhan. Apalagi semua ditanggung oleh program JKN-KIS, jadi semua dibiayai sesuai dengan hak kelas saya,” tambah Sudjiwo.

Setelah mengalami beberapa kali pengobatan karena penyakit tersebut, Sudjiwo hanya berpesan kepada masyarakat terutama generasi muda untuk sedari dini menerapkan pola hidup sehat. Selain itu Sudjiwo memberikan saran kepada masyarakat untuk segera berhenti menjadi perokok aktif sebelum pada akhirnya menjadikan penyakit.

“Walaupun saat ini sudah ada program jaminan kesehatan, alangkah lebih baiknya kita menjaga diri kita sendiri dengan menerapkan pola hidup sehat. Dan berdasarkan pengalaman saya, saya ingin mengatakan kepada generasi muda terutama, agar menjauhi rokok supaya tidak merasakan sakit yang saya rasakan,” pesan Sudjiwo.

Di akhir perbincangan, dirinya mengungkapkan rasa terima kasihnya atas program jaminan kesehatan yang telah menjaganya baik ketika dalam keadaan sehat ataupun tiba-tiba sakit. Sehingga penting bagi masyarakat untuk menjadi peserta JKN-KIS guna memberikan jaminan kesehatan kapanpun dan dimanapun.

“Jangan lupa untuk segera menjadi peserta JKN-KIS bagi yang belum bergabung, jangan menunggu sakit. Sedialah payung sebelum hujan, milikilah JKN-KIS sebelum sakit,” tutupnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA