Kamis 05 Nov 2020 00:55 WIB

Efek Blue Light Terhadap Berat Badan Perempuan

Ada studi yang dilakukan terkait blue light dengan berat badan perempuan.

Rep: Puti Almas/ Red: Nora Azizah
Ada studi yang dilakukan terkait blue light dengan berat badan perempuan (Foto: ilustrasi)
Foto: Independent
Ada studi yang dilakukan terkait blue light dengan berat badan perempuan (Foto: ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menonton televisi saat makan memiliki efek yang sangat negatif untuk lingkar pinggang Anda. Bahkan, tak terkecuali dengan bermain ponsel pintar saat hendak tidur.

Dilansir The Ladders, Rabu (4/11), sebuah studi yang dilakukan pada 2019 menunjukkan bahwa cahaya biru (blue light) dari televisi atau perangkat apapun dapat menyebabkan penambahan berat badan, bahkan obesitas pada perempuan. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA  Internal Medicine mengamati gaya hidup 44.000 perempuan di Amerika Serikat (AS).

Baca Juga

Diantara yang melaporkan terkena sinar biru baik dari televisi atau ponsel saat menjelang tidur, mereka menemukan bahwa mereka memiliki peluang lebih tinggi untuk menambah berat badan atau menjadi obesitas selama enam tahun ke depan. Perempuan yang terpapar blue light mengalami kenaikan 11 pon selama lima tahun, dibanding mereka yang tidak terkena cahaya biru saat menjalani rutinitas tidur mereka. Kelompok ini juga memiliki peluang 30 persen untuk menjadi gemuk.

Sejak adanya ponsel pintar maupun perangkat gawai lainnya, hampir setiap orang selalu menggunakannya saat berada di tempat tidur dan di malam hari. Penulis utama studi, Dale Sandler yang merupakan seorang ilmuwan dari Institut Nasional Ilmu Kesehatan Lingkungan, sebuah divisi dari Institut Kesehatan Nasional, mengatakan bahwa secara evolusioner kita seharusnya tidur di malam hari, di tempat yang gelap.

“Ini jauh lebih penting daripada yang disadari oleh orang-orang karena berbagai macam alasan kesehatan,” ujar Sandler.

Perlu diketahui bahwa penelitian ini hanya menemukan hubungan antara penambahan berat badan dan cahaya biru. Para penulis studi tidak menjelaskan mengenai pola makan yang tidak sehat dan kurang olahraga.

Meskipun banyak penelitian telah menguraikan efek negatif cahaya biru pada ritme sirkadian dan kesehatan otak secara umum, ada banyak penelitian yang menyatakan bahwa dampaknya tidak sepenting yang diduga. Sebuah studi baru-baru ini yang diliput oleh Ladders News dari University of Manchester menemukan bahwa cahaya biru dengan kombinasi yang tepat dari peredupan lampu di malam hari dan cahaya yang lebih terang di siang hari, sebenarnya dapat menghasilkan manfaat kesehatan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement