Rabu 04 Nov 2020 23:20 WIB

Pandemi Picu Pembayaran Digital Melesat

Pandemi Picu Pembayaran Digital Melesat

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Pandemi Picu Pembayaran Digital Melesat. (FOTO: LinkAja)
Pandemi Picu Pembayaran Digital Melesat. (FOTO: LinkAja)

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Penggunaan sistem pembayaran digital diproyeksi akan makin tumbuh di 2021. Direktur Utama PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja), Haryati Lawidjaja, mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah mengubah perilaku transaksi masyarakat yang makin mengarah ke arah digital.

Hal itu dikatakan Haryati di gelaran Indonesia Industry Outlook #IIO2021 Conference secara daring dengan tema, 2021: It’s Time to Win-Back "Reimagine, Recover, Regain" yang diselenggarakan oleh Inventure pada Rabu (4/11/2020).

Baca Juga: Mau Tumbangkan Dolar AS, Mohon Maaf Jalan Yuan Digital Masih Sangat Panjang

"Kalau dulu mungkin masih banyak ragu-ragunya. Namun, dengan adanya pandemi itu menjadi satu-satunya pilihan," kata Haryati. Hal ini juga diperkuat dengan data Bank Indonesia (BI), per Agustus 2020, digital payment membukukan transaksi sekitar Rp17 triliun. Angka ini naik 33% dibandingkan periode sebelumnya.

"Riset dari Inventure juga mengungkapkan bahwa sekitar 60% responden beralasan menggunakan digital payment karena kenyamanan dan kemanan bertransaksi," ujarnya.

Haryati pun mengakui pengguna uang elektornik terus meningkat. LinkAja, misalnya, hingga November 2020, telah dipercaya hampir 58 juta pengguna yang tersebar di seluruh hampir wilayah Indonesia.

"Tujuan kami untuk mempercepat inklusi keuangan. Jadi, memberikan akses kepada masyarakat yang selama ini belum mempunyai akses keuangan terutama segmen unbanked dan underbanked. Fokus kami kebanyakan di kota-kota tier 2 dan tier 3 serta UMKM," tegasnya.

Untuk itu, ia pun melihat pentingnya kolaborasi dengan seluruh instrumen perbankan maupun Lembaga Bukan Bank untuk menjangkau masyarakat underbanked dan unbanked. "Hal ini agar LinkAja dapat menjadi akselerator bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan mendorong inklusi keuangan dan ekonomi dengan fokus di segmen ultramicro dan mass market," pungkasnya.

Sekadar informasi, LinkAja kini telah dapat digunakan di lebih dari 600.000 merchant lokal dan lebih dari 280.000 merchant nasional di seluruh Indonesia, 134 moda transportasi, lebih dari 500 pasar tradisional, lebih dari 14.000 partner donasi digital, 1.600 e-commerce, pembayaran dan pembelian kebutuhan sehari-hari seperti pulsa telekomunikasi, token listrik, tagihan rumah tangga, iuran BPJS, hingga berbagai layanan keuangan lainnya seperti transfer ke semua rekening bank dan tarik tunai tanpa kartu.

Selain itu, LinkAja juga dapat digunakan di lebih dari satu juta titik transaksi untuk pengisian dan penarikan saldo, yang meliputi ATM, transfer perbankan, jaringan ritel, hingga layanan keuangan digital.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement