Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Beberapa Ketegangan yang Mewarnai Pilpres AS

Rabu 04 Nov 2020 11:31 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Seorang petugas pemilu memeriksa tanda tangan pada surat suara yang masuk dan untuk ketidakberesan di pusat pemrosesan surat suara di Los Angeles County Registrar Recorders di Pomona Fairplex di Pomona, California, AS, 02 November 2020.

Seorang petugas pemilu memeriksa tanda tangan pada surat suara yang masuk dan untuk ketidakberesan di pusat pemrosesan surat suara di Los Angeles County Registrar Recorders di Pomona Fairplex di Pomona, California, AS, 02 November 2020.

Foto: EPA-EFE/ETIENNE LAURENT
Sejumlah insiden atau sabotase terjadi menjelang dan saat hari pemungutan suara di AS

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Divisi Hak Sipil Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengatakan pihaknya mengerahkan personel ke 18 negara bagian untuk mengawasi intimidasi dan penindasan pemilih pada hari pemilihan, Selasa (3/11) waktu setempat. Hal ini dilakukan meski sebagian besar pemungutan suara di beberapa negara bagian berjalan lancar.

Staf di kelompok advokasi yang berbasis di Washington, Lawyers’ Committee for Civil Rights Under Law, mengatakan mereka prihatin tentang mesin pemungutan suara yang tidak berfungsi di kabupaten di Georgia. Kegagalan teknis itu memaksa pemilih untuk mengisi surat suara dan meningkatkan kekhawatiran kehabisan cadangan kertas.

Dilansir laman Guardian, ada juga laporan informasi yang salah. Para pemilih di Flint, Michigan menerima panggilan anonim yang meminta mereka untuk memberikan suara pada Rabu saja karena antrean yang panjang. Jaksa Agung New York juga mengatakan dia sedang menyelidiki laporan bahwa 10 juta orang menerima panggilan anonim yang menyuruh mereka untuk "tetap aman dan tetap di rumah".

Twitter juga menandai beberapa tweet dari Mike Roman, seorang agen kampanye Trump. Dia menyebarkan informasi palsu yang menyarankan praktik pemungutan suara yang tidak tepat di Philadelphia, kota utama yang kemungkinan akan memengaruhi hasil pemilihan.

Pemilik toko-toko di beberapa kota memasang kayu pada dinding di jendelanya karena takut akan ada kerusuhan sipil, terutama jika hasil pemilu ditunda. Di New York City, Empire State Building dan department store Macy termasuk di antara yang ditutup. Di Rodeo Drive di Beverly Hills, staf telah mengamankan perhiasan mereka di jendela pajangan Tiffany & Co. dan Van Cleef & Arpels.

Meskipun pemungutan suara berjalan lancar di sebagian besar tempat, ada beberapa gangguan yang tersebar. Dewan Pemilihan Negara Bagian Carolina Utara memperpanjang pemungutan suara hingga 45 menit di empat daerah yang dibuka terlambat. Pengembalian ditunda di seluruh negara bagian sampai semua pemungutan suara ditutup.

DI Hidalgo County, Texas, 74 lokasi pemungutan suara akan tetap buka satu jam ekstra setelah 10 situs mengalami "masalah check-in laptop". Namun, beberapa orang Amerika khawatir tentang penghitungan suara yang berlarut-larut di negara bagian penting yang membuat pemenang yang jelas tidak pasti selama berhari-hari atau lebih.

Pejawat Donald Trump menilai negara harus berhenti menghitung surat suara resmi setelah hari Selasa habis. Membantah pernyataan Trump, menurut Menteri Luar Negeri negara bagian Ohio Frank LaRose adalah normal jika surat suara ditabulasi beberapa hari setelah pemungutan suara ditutup.

"Itu bukan tanda sesuatu yang jahat. Apakah kita akan mendapatkan nomor terakhir pada Malam Pemilihan? Jawabannya tentu saja tidak. Karena kami tidak pernah memiliki nomor akhir pada Malam Pemilihan," ujarnya.

Ketegangan juga berkobar di seluruh negeri menjelang hari pemilihan. Salah satunya para pendukung Trump yang mengendarai truk pick-up di jalan raya Texas mengepung bus wisata yang membawa staf kampanye Biden pada Jumat lalu.

Di North Carolina selama akhir pekan, polisi menyemprotkan lada kepada sekelompok besar Demokrat yang berbaris ke TPS. Sementara pada bulan lalu anggota kelompok milisi anti-pemerintah dituduh merencanakan penculikan gubernur Demokrat di Michigan.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA