Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

FPKS Desak Presiden Prancis Minta Maaf kepada Umat Islam

Rabu 04 Nov 2020 08:21 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Bayu Hermawan

Jazuli Juwaini

Jazuli Juwaini

Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
Fraksi PKS mendesak Presiden Prancis meminta maaf kepada umat Islam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR Jazuli Juwaini mendesak Presiden Perancis Emmanuel Macron untuk segera minta maaf kepada umat Islam dunia. Serta, mengubah sikap dan pandangannya yang melegalkan karikatur penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

"Kegaduhan karikatur Nabi Muhammad bisa selesai jika Presiden Perancis Emnanuel Macron dengan besar hati meminta maaf kepada umat Islam dunia atas sikap dan pandangannya," ujar Jazuli lewat keterangan tertulisnya, Selasa (3/11).

Baca Juga

Anggota Komisi I DPR ini mengatakan, Macron sebagai pemimpin seharusnya menghormati prinsip hak asasi manusia. Bahwa agama dan keyakinan merupakan hak asasi manusia yang harus dihormati dalam rangka menjaga ketertiban dan perdamaian dunia.

"Ada perbedaan mendasar antara kebebasan dan kesengajaan untuk menghina, mengolok-olok dan merendahkan. Apalagi hal itu ditujukan kepada Nabi yang sangat dimuliakan oleh 1,9 miliar umat Islam dunia," kata Jazuli.

Macron harusnya mencontoh sikap pemimpin dunia lainnya yang dengan tegas tidak akan mengizinkan penerbitan karikatur penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW. Tidak ada kebebasan yang tanpa batas, apalagi sampai melukai umat Islam dunia.

"Mari promosikan ketertiban dan perdamaian dunia dengan mendukung kebebasan yang bertanggung jawab, yang tidak melukai umat Islam dunia dan umat agama manapun," ujar Wakil Presiden Forum Parlemen Muslim Dunia itu.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA