Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Pelatih PS Tira Tunggu Kepastian Sistem Lanjutan Liga 1

Rabu 04 Nov 2020 03:23 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pemeriksaan Suhu Tubuh Pemain. Petugas Sleman Emergency Services (SAS) memeriksa suhu tubuh pemain dan official Tim Tira Persikabo sebelum pertandingan Liga 1 2020 beberapa waktu lalu.  PSSI memberikan keputusan untuk menunda kompetisi hingga tahun depan.

Pemeriksaan Suhu Tubuh Pemain. Petugas Sleman Emergency Services (SAS) memeriksa suhu tubuh pemain dan official Tim Tira Persikabo sebelum pertandingan Liga 1 2020 beberapa waktu lalu. PSSI memberikan keputusan untuk menunda kompetisi hingga tahun depan.

Foto: Wihdan Hidayat/ Republika
Pelatih PS Tira berharap kepastian sistem kompetisi atau turnamen Liga 1

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR - Pelatih PS TIRA Igor Kriushenko mengaku kini tengah menunggu kepastian terkait masa depan Liga 1 2020, setelah PSSI memberikan keputusan untuk menunda kompetisi hingga tahun depan.

Kepastian yang dinantikan Igor kelanjutan liga memakai sistem kompetisi atau turnamen pada tahun 2021. Untuk itu, ia berharap segera ada keputusan agar bisa membuat rencana bagi Laskar Ladjajaran.

"Kami belum tahu keputsannya ada turnamen atau kompetisi seperti apa, belum tahu formatnya seperti apa. Tapi setidaknya harus ada keputusan yang pasti agar kita bisa buat rencana untuk tim," ucap Igor dalam keterangan pers yang diterima Republika, Selasa (3/11).

"Kami atlet sepak bola, sudah biasa menjalankan segala hal secara tertata rapi terorganisir, tapi tahun ini kami cukup sulit," ucapnya.

Meski kompetisi mengalami penundaan, Igor menyebut dirinya sudah lebih tenang karena adanya kepastian. Terkait agenda tim, kini Igor meliburkan Abduh Lestaluhu dan kolega dari agenda latihan selama sepekan.

"Saya berkomentar setidaknya sudah ada keputusan dari PSSI, tidak seperti bulan kemarin kita menunggu kapan liga akan dimulai. Tapi ini sudah ada keputusan pasti sedikit lebih tenang," kata pelatih asal Belarusia itu.

"Kami kasih anak-anak waktu libur selama satu minggu, setelah itu akan ada latihan tapi tidak setiap hari, sekitar tiga kali seminggu untuk menjaga kondisi fisik saja," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA