Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Pemerintah Jual Sukuk Tabungan ST007 untuk Proyek Hijau

Selasa 03 Nov 2020 21:20 WIB

Red: Nidia Zuraya

Karyawan Bank Mandiri Syariah memberikan informasi kepada nasabah mengenai informasi Sukuk Tabungan. ilustrasi

Karyawan Bank Mandiri Syariah memberikan informasi kepada nasabah mengenai informasi Sukuk Tabungan. ilustrasi

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Sukuk Tabungan ST007 bertenor 2 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menawarkan penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk tabungan seri ST007 untuk memperluas basis investor ritel di pasar keuangan domestik dan pembiayaan proyek hijau APBN. Keterangan pers Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan di Jakarta, Selasa (3/11), menyatakan masa penawaran ST007 berlaku mulai 4 November hingga 25 November 2020.

Sukuk tabungan dengan tenor 2 tahun atau jatuh tempo 10 November 2022 ini mempunyai kupon mengambang dengan periode pertama pada 10 Januari 2021 dan 10 Februari 2021 berlaku sebesar 5,5 persen (sesuai BI 7 days reverse repo rate pada penetapan 4 persen ditambah spread 150 bps).

Masyarakat yang tertarik dengan Green Sukuk ini dapat memesan kepada 31 mitra distribusi melalui e-SBN dengan minimum pemesanan Rp 1 juta dan maksimum Rp 3 miliar. Pemerintah memastikan masyarakat yang berinvestasi dalam sukuk tabungan ini dapat berkontribusi dalam pembangunan nasional sekaligus membantu mengatasi dampak perubahan iklim.

Baca Juga

Sebelumnya, pemerintah telah menerbitkan lima seri SBN ritel di 2020 yaitu SBR009, SR012, ORI017, SR013 dan ORI018, dengan menyerap dana dari masyarakat sebesar Rp 71,37 triliun.

Dari lima penjualan SBN ritel di 2020, pemerintah menyerap dana terbanyak dari penerbitan sukuk ritel SR013, yaitu sebesar 25,67 triliun atau tertinggi sepanjang penerbitan SBN ritel online sejak 2018.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA