Selasa 03 Nov 2020 09:48 WIB

Libur Panjang, AP II Layani 455 Ribu Penumpang

Jumlah penumpang meningkat 17 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Aktovotas di Bandara Kualanamu Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Kamis (21/5). Sepanjang libur panjang pada 28 Oktober hingga 1 November 2020, PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) mengalami lonjakan penumpang.
Foto: Antara/Septianda Perdana
Aktovotas di Bandara Kualanamu Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Kamis (21/5). Sepanjang libur panjang pada 28 Oktober hingga 1 November 2020, PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) mengalami lonjakan penumpang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sepanjang libur panjang pada 28 Oktober hingga 1 November 2020, PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) mengalami lonjakan penumpang. Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan periode libur panjang tersebut menjadi pendorong pasar penerbangan.

“Di tengah cukup tingginya keyakinan masyarakat terhadap protokol kesehatan di bandara-bandara AP II, pada akhir Oktober terdapat libur panjang. Kombinasi ini kemudian menggairahkan pasar penerbangan,” kata Awaluddin dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (3/11).

Baca Juga

Pada periode tersebut jumlah penumpang pesawat di bandara AP II mencapai 455.068 penumpang. Angka tersebut menunjukan peningkatan jumlah penumpang hingga 17 persen dibandingkan pekan sebelumnya 21-25 Oktober. Jumlah penerbangan juga naik sekitar 10 persen menjadi 4.460 penerbangan.

Awaluddin menuturkan, rekor juga terjadi pada periode libur panjang tersebut. “Saat puncak arus balik pada 1 November, jumlah penumpang mencapai 116.766 orang atau tertinggi secara harian sejak pandemi melanda,” ungkap Awaluddin.

Dia menambahkan, rekor juga terjadi pada pergerakan pesawat yang ada di 19 bandara AP II pada periode libur panjang akhir Oktober 2020. Pergerakan pesawat mencapai 1.137 penerbangan atau tertinggi secara harian di tengah pandemi.

Pada 1 November ini jumlah penumpang sudah 50 persen dari biasanya di kondisi sebelum pandemi, sementara penerbangan mencapai 60 persen,” tutur Awaluddin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement