Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Tenaga Medis Wisma Atlet Waspada Lonjakan Kasus Pascalibur

Senin 02 Nov 2020 20:53 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Gita Amanda

Tower 6 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Wisma Atlet menjadi Rumah Sakit Darurat sekaligus tempat isolasi mandiri untuk pasien Covid-19 sejak Maret 2020. Ilustrasi

Tower 6 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Wisma Atlet menjadi Rumah Sakit Darurat sekaligus tempat isolasi mandiri untuk pasien Covid-19 sejak Maret 2020. Ilustrasi

Foto: Republika/Yudha Manggala
Diharapkan libur panjang tidak terlalu memberikan dampak pada hunian RSD Wisma Atlet

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat mencatat jumlah pasien virus corona SARS-CoV2 (Covid-19) yang dirawat menurun dalam periode sebulan terakhir hingga Senin (2/11). Kendati demikian, tenaga medis RSD Wisma Atlet siap mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 pascalibur panjang 28 Oktober-1 November 2020 kemarin.

Koordinator RS Darurat Covid-19 Mayjen TNI Tugas Ratmono mengaku, pihaknya belum melihat libur panjang mengakibatkan pertambahan kasus baru Covid-19. "Kami harap libur panjang tidak terlalu memberikan dampak pada hunian RSD Wisma Atlet," katanya saat berbicara di konferensi virtual BNPB bertema Update RS Darurat Covid-19: Tren Pascalibur Panjang, Senin (2/11).

Ia menyebutkan, hunian di Wisma Atlet tower 4 dan 5 sebagai flat isolasi mandiri, kemudian tower 6 dan 7 sebagai tempat perawatan yang ringan dan sedang pasien Covid-19 menurun dalam kurun waktu sebulan terakhir. Ia membandingkan keterisian pasien di tower 4 dan 5 saat akhir September kemarin bisa diatas 80 persen, bahkan Tower 6 dan 7 juga tidak jauh berbeda. Kemudian, kinu keterisian di tower 6 dan 7 turun jadi 36,3 persen, sementara tower 4 dan 5 berkurang jadi 23,4 persen.

Baca Juga

Tetapi ia mengakui harus ada upaya antisipasi karena ada kemungkinan kasus Covid-19 meningkat setelah libur panjang. Sebab, berkaca dari pengalaman sebelumnya, libur panjang Idul Adha dan 17 Agustus kemudian terjadi peningkatan kasus Covod-19. 

Sejauh ini, ia mengaku ketersediaan hunian dan tenaga kesehatan di RSD Wisma Atlet masih cukup untuk merawat pasien kasus Covid-19. Para tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan ini diklaim bisa tetap berjaga untuk mengantisipasi lonjakan kasus pascaliburan 28 Oktober-1 November 2020.

"Kami siap antisipasi kalau ada kemungkinan kasus meningkat. Kita harus selalu waspada, mudah-mudahan tidak ada permasalahan pascalibur panjang," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA