Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Sebelum Bubar, Massa Bakar Foto Emmanuel Macron

Senin 02 Nov 2020 16:46 WIB

Rep: Febryan. A/ Red: Agus Yulianto

Foto Presiden Prancis Emanuel Macron dibakar oleh massa yang menggelar demonstrasi di Simpang Sarinah, Jakarta Pusat, sekitar 200 meter dari Kedubes Prancis, pada Senin (2/11) sore.

Foto Presiden Prancis Emanuel Macron dibakar oleh massa yang menggelar demonstrasi di Simpang Sarinah, Jakarta Pusat, sekitar 200 meter dari Kedubes Prancis, pada Senin (2/11) sore.

Foto: Republika/Febryan A
Pemimpin Prancis Macron ini dinilai telah menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Massa membakar foto Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelum membubarkan diri saat demonstrasi di Simpang Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (2/11). Tak hanya membakar, massa juga menginjak-injak foto Macron yang sudah menjadi debu.

Berdasarkan pantauan Republika, massa yang mayoritas mengenakan pakaian berwarna putih itu membakar foto Macron sekitar pukul 15.40 WIB. Setelah berhasil membakar foto orang nomor 1 di Prancis itu, massa lalu menginjak abunya sembari bersorak-sorai.

Sekitar 20 menit usai aksi bakar foto Macron atau pukul 16.00 WIB, massa membubarkan diri dari Simpang Sarinah. Mereka bubar dengan tertib. 

Massa dari sejumlah elemen menggelar demonstrasi di Simpang Sarinah, Jakarta Pusat, pada Senin (2/11) siang. Mereka sejatinya hendak menggelar demonstrasi di depan gedung Kedubes Prancis. Namun, mereka tak bisa mendekati gedung itu karena dibatasi kawat berduri.

Walhasil mereka berorasi di Simpang Sarinah, sekitar 200 meter dari gedung Kedubes Prancis. Massa yang mayoritas menggunakan pakaian berwarna putih itu mengikuti demonstrasi yang menyuarakan kecaman terhadap Macron. Orator beberapa kali juga menyuarakan soal pemboikotan produk-produk dari Prancis.

Sejumlah elemen, salah satunya Persaudaraan Alumni (PA) 212, menggelar demonstrasi siang ini untuk mengecam Emanuel Macron. Pemimpin Prancis itu dinilai telah menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA