Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Oktober 2020, Nilai Tukar Petani Kembali Naik

Senin 02 Nov 2020 16:09 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Senin (2/11). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka Nilai Tukar Petani (NTP) kembali mengalami kenaikan pada bulan Oktober 2020. Angka NTP tercatat naik 0,58 persen menjadi 102,25 poin. Kenaikan hampir terjadi pada seluruh sub sektor pertanian.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Senin (2/11). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka Nilai Tukar Petani (NTP) kembali mengalami kenaikan pada bulan Oktober 2020. Angka NTP tercatat naik 0,58 persen menjadi 102,25 poin. Kenaikan hampir terjadi pada seluruh sub sektor pertanian.

Foto: Humas BPS
Angka nilai tukar petani naik 0,58 persen menjadi 102,25 poin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka Nilai Tukar Petani (NTP) kembali mengalami kenaikan pada bulan Oktober 2020. Angka NTP tercatat naik 0,58 persen menjadi 102,25 poin. Kenaikan hampir terjadi pada seluruh sub sektor pertanian.

Kepala BPS, Suhariyanto, menjelaskan, subsektor yang mengalami penurunan NTP yakni tanaman pangan dan peternakan. "Tanaman pangan turun 0,10 persen, tipis sekali," kata Suhariyanto dalam konferensi pers, Senin (2/11).

Ia mengatakan, petani tanaman pangan mengalami kenaikan harga yang diterima yakni sebesar 0,12 persen. Namun, harga yang dibayar petani naik lebih tinggi sebesar 0,22 persen.

Adapun untuk subsektor peternakan, Suhariyanto mengatakan, penurunan kali ini melanjutkan penurunan NTP peternakan pada bulan lalu. "Sebetulnya, indeks harga yang diterima naik, tapi kenaikannya lebih kecil dari indeks harga yang dibayar," ujar Suhariyanto.

Sementara itu, pada sub sektor hortikultura, perkebunan, dan perikanan sama-sama mengalami kenaikan. Itu sebabnya, keseluruhan angka NTP pada bulan lalu mengalami kenaikan.

Lebih lanjut, untuk angka Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) turut mengalami kenaikan 0,66 persen menjadi 102,42 poin. Namun, sama halnya pada NTP, NTUP untuk subsektor tanaman pangan dan peternakan juga mengalami penurunan masing-masing 0,01 persen dan 0,33 persen.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA