Senin 02 Nov 2020 15:26 WIB

Tingkatkan Investasi, PT PP Bentuk Perusahaan Patungan

Perusahaan patungan akan menggarap jalan tol Semarang-Demak Seksi II.

Rep: Novita Intan/ Red: Fuji Pratiwi
PTPP. PT PP (Persero) Tbk telah melakukan investasi bisnis melalui pengembangan kawasan industri Batang Jawa Tengah melalui pembangunan jalan tol Semarang-Demak.
Foto: Istimewa
PTPP. PT PP (Persero) Tbk telah melakukan investasi bisnis melalui pengembangan kawasan industri Batang Jawa Tengah melalui pembangunan jalan tol Semarang-Demak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PP (Persero) Tbk telah melakukan investasi bisnis untuk mengembangkan sayap perseroan. Terbaru, perseroan akan menggarap investasi pada pengembangan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang di Provinsi Jawa Tengah. 

Direktur Utama PT PP Novel Arsyad mengatakan, saat ini perseroan melakukan investasi terkait pembangunan jalan tol Semarang-Demak Seksi II di Provinsi Jawa Tengah. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan nilai tambah bagi perseroan khususnya bidang investasi jalan tol.

Baca Juga

Perseroan bersama dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Misi Mulia Metrical membentuk perusahaan patungan yang diberi bernama PT PP Semarang Demak. "Adapun prosentase kepemilikan saham pada saat pendirian dalam perusahaan tersebut, yaitu perseroan sebesar 65 persen, WIKA sebesar 25 persen, dan MMM sebesar 10 persen," kata Novel dalam keterangan resmi, Senin (2/11).

Novel menjelaskan, jalan tol Semarang-Demak Seksi II merupakan jalan tol yang berlokasi di Demak, Jawa Tengah dengan nilai kontrak keseluruhan sebesar Rp 3,78 triliun. Porsi kontrak PT PP di dalamnya sebesar Rp 2,84 triliun. Proyek pembangunan jalan tol Semarang-Demak Seksi II memiliki lintasan sepanjang 16,3 kilometer (STA 10+690-STA 27+000) yang dimulai dari Kecamatan Sayung. 

Dalam pembangunan proyek ini, PT PP melaksanakan pembangunan sepanjang 13,30 kilometer dimulai dari STA 12+200 sampai dengan STA 25+500. Proyek ini dilaksanakan dalam kurun waktu 27 bulan kalender sejak Desember 2019 dan ditargetkan akan selesai pada Maret 2022. 

"Proyek ini dikerjakan oleh perseroan dan WIKA selaku kontraktor pelaksana yang tertuang dalam kerja sama operasi (KSO)," ucap Novel.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement