Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Leeds Vs Leicester Jadi Ajang Adu Taktik Dua Pelatih Genius

Senin 02 Nov 2020 15:24 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Marcelo Bielsa

Marcelo Bielsa

Foto: EPA-EFE/ALEX PANTLING
Rodgers sangat mengagumi Bielsa.

REPUBLIKA.CO.ID, YORKSHIRE -- Tuan rumah Leeds United akan menjajal kekuatan Leicester City pada lanjutan pekan ketujuh Liga Primer Inggris 2020/2021 yang berlangsung di Stadion Elland Road, Selasa (3/11) pukul 03.00 dini hari W8B. Jalannya pertandingan nanti diprediksi bakal berlangsung sengit mengingat posisi kedua tim tak terpaut jauh. Terlebih baik tuan rumah, pun tim tamu, memiliki materi pemain yang baik, dari segi teknis.

Untuk sementara tim besutan Marcelo Bielsa, Leeds, berada di peringkat kesembilan dengan perolehan angka 10, hasil tiga kemenangan, sekali imbang, dan dua kekalahan. Sedangkan, Leicester bercokol di posisi keenam yang hanya berjarak dua poin di atas Leeds.

Meski menjadi tim promosi, kesebelasan asal West Yorkshire tersebut patut mendapat perhatian dari klub-klub Liga Primer. Hal itu karena, the Peacock, julukan Leeds dibesut oleh pelatih sekaliber Marcelo Bielsa.

Tercatat dalam tiga partai terakhir, Leeds sukses mengamankan satu kemenangan, sekali imbang, dan sekali kekalahan. Hasil imbang didapat saat bertemu Manchester City, dengan kemenangan fantastis 3-0 dari Aston Villa.

Kini Bielsa meminta anak asuhnya untuk fokus menghadapi kampiun Liga Primer 2016, Leicester. Pelatih asal Argentina menyebut Leicester adalah tim yang mengelola bola dengan baik dan mempunyai semangat menyerang tinggi.

"Leicester adalah tim yang memainkan gaya sepak bola yang sama selama beberapa waktu. Semua tim di Liga Inggris berada pada level yang sangat tinggi," kata Bielsa menjelaskan kekuatan lawan dilansir laman resmi klub.

Bielsa tahu pertandingan nanti bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, dalam beberapa pertemuan terakhir kontra Leicester, the Whites, tak pernah mengantongi kemenangan sejak 2012 silam.

Tercatat dalam perjumpaan kedua tim, Leeds mengantongi dua kekalahan, dengan terakhir memenangkan pertandingan atas the Foxes, julukan Leicester, pada 2004 silam melalui gol Alan Smith.

Entrenador berusia 65 tahun itu sangat menyadari ancaman yang bisa ditimbulkan oleh penyerang Leicester, Jamie Vardy. Apalagi Vardy sedang dalam performa terbaiknya dengan mencetak enam gol dari lima pertandingan liga, termasuk kemenangan atas Arsenal di laga terakhir.

"Tentu saja kami memperhitungkan semua karakteristik penyerang lawan, tetapi tidak akan ada perubahan khusus dengan hal itu," sambung Bielsa.

Sementara itu, kapten Leeds, Liam Cooper dilaporkan akan siap merumput setelah mengatasi cedera pangkal paha, tetapi Diego Llorente, dan Kalvin Philips masih akan absen karena mengalami cedera.

"Cooper sudah berada dalam kondisi yang baik, tetapi saya enggan mengambil risiko. Dia masih belum masuk susunan utama skuat kami," sambung dia.

Di sisi lain, Leicester memiliki modal yang lebih apik jelang bentrokan kali ini. Armada Brendan Rodgers mengemas kemenangan dari AEK Athens dia ajang Liga Europa dan mengalahkan Arsenal dengan skor tipis 1-0 dalam sepekan terakhir.

Sama seperti Josep Guardiola, Rodgers turut menyampaikan komentar positif jelang bertemu pelatih jenius seperti Bielsa. Dalam pernyataanya eks pelatih Liverpool menyebut Bielsa adalah salah satu juru taktik panutannya, dan ia merasa terhormat bisa bertemu dengannya.

"Saya mencintai Marcelo Bielsa sejak dahulu. Saya menilainya sebagai manajer yang memiliki gaya berbeda. Ia membuktikannya bersama Leeds, dan mereka datang ke sini (Liga Inggris) dengan sangat luar biasa," kata Rodgers dikutip One Football, Ahad.

Penyerang Leicester, Kelechi Iheanacho juga menyebut timnya harus kembali menunjukkan permainan terbaik mereka dan mempertahankan tren positif saat bermain di markas lawan.

"Ini akan menjadi kesempatan besar. Saya pernah bermain melawan mereka, akan tetapi saat ini mereka kembali ke Liga Primer dengan kondisi berbeda dan sangat kuat. Saya pikir ini menjadi ujian bagus bagi kami, dan mudah-mudahan kami bisa mendapatkan poin," tegas eks penggawa Manchester City.

Adapun Leicester masih tidak akan diperkuat bek tengah andalan mereka, Caglar Soyuncu, dan gelandang Wilfred Ndidi, Daniel Amartey, pun bek sayap kanan Ricardo Pereira yang masih absen. Sedangkan Jonny Evans, dan Timothy Castagne juga harus bergabung dalam daftar pemain pesakitan tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA