Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Habib Salim Sebut Pernyataan Macron Diselesaikan Allah SWT

Senin 02 Nov 2020 12:00 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Agus Yulianto

Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Salim Segaf Al-Jufri (tengah) melakukan safari sejarah dakwah dengan berziarah ke makam-makam walliyulloh

Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Salim Segaf Al-Jufri (tengah) melakukan safari sejarah dakwah dengan berziarah ke makam-makam walliyulloh

Pernyataan Macron telah melukai 1,7 miliar umat Islam di seluruh dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Salim Segaf Al-Jufri prihatin dengan pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Sebab, pernyataannya menyinggung umat Islam seluruh dunia.

"Pemimpin yang seharusnya membuat situasi kondusif, kenyataannya juga memberikan dukungan bahkan biasa-biasa saja. Dia tidak tahu bahwa apa yang mereka lakukan tersebut melukai 1,7 miliar umat Islam di seluruh dunia," ujar Habib Salim lewat keterangan resminya, Senin (2/11).

Dia yakin, dalam Alquran telah dibuktikan orang yang memperolok Nabi Muhammad akan dihancurkan langsung oleh Allah. "Allah memelihara, menjaga Rasul dari kejahatan mereka. Sepanjang sejarah, mereka yang menghina dan memperolok baginda Rasul akan terjadi banyak azab dan musibah terjadi pada mereka semua," ujarnya.

Habib Salim menekankan, jika ingin mencapai tujuan yang bagus, maka juga harus ditempuh dengan cara yang baik. Hal ini berlaku bagi Macron yang notabenenya pemimpin sebuah negara.

"Tidak dibenarkan untuk mencapai tujuan yang indah dengan menghalalkan berbagai cara. Dan pasti semua ini punya hikmah dan rahasia," ujar Habib Salim.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengklarifikasi berbagai pernyataannya yang memprovokasi umat Muslim seluruh dunia mengenai Islam dan karikatur Nabi Muhammad. Macron mengaku, memahami perasaan umat Islam yang dikejutkan dengan kartun Nabi Muhammad.

Namun, dia menambahkan, 'Islam radikal' yang dia coba lawan adalah ancaman bagi semua orang, terutama Muslim. Komentar Macron dalam wawancara eksklusif di Aljazirah, yang dirilis Sabtu (31/10), muncul di tengah ketegangan yang meningkat antara pemerintah Prancis dan dunia Muslim atas kartun tersebut.

"Karikatur bukanlah proyek pemerintah, tetapi muncul dari surat kabar bebas dan independen yang tidak berafiliasi dengan pemerintah," kata Macron.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA