Senin 02 Nov 2020 04:46 WIB

Sulut Tambah 21 Kasus Baru Covid-19, Minahasa Terbanyak

Total kasus positif Covid-19 di Sulut hingga kini 5.428 orang.

Salah seorang warga melakukan pemeriksaan Rapid Test Antigen di Kelurahan Tidore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Kamsi (15/10). (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Adwit B Pramono.
Salah seorang warga melakukan pemeriksaan Rapid Test Antigen di Kelurahan Tidore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Kamsi (15/10). (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Sulawesi Utara ketambahan 21 kasus konfirmasi positif Covid-19, Ahad (1/11). Kabupaten Minahasa menjadi daerah penyumbang kasus baru terbanyak berdasarkan data Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut.

"Akumulasi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 hingga saat ini telah mencapai 5.428 orang," sebut Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut dr Steaven Dandel MPH di Manado, Ahad.

Baca Juga

Minahasa ketambahan sebanyak sembilan kasus, selanjutnya Kota Tomohon (empat kasus), Kabupaten Minahasa Utara (tiga kasus), Kota Manado dan luar wilayah masing-masing dua kasus, sementara Kabupaten Bolaang Mongondow (satu kasus). Steaven menambahkan dari akumulasi kasus Covid-19 tersebut, sebanyak 4.585 orang atau sebanyak 84,47 persen telah dinyatakan sembuh.

Pada Ahad (1/11), sebut dia, jumlah kasus sembuh di Sulut bertambah 19 kasus. Kasus sembuh tersebut berasal dari Kota Bitung (lima orang), Kabupaten Minahasa (dua orang), Kota Tomohon (enam orang), Kabupaten Bolaang Mongondow (satu orang) dan Kota Manado (lima orang).

Kasus sembuh tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium selama dua kali berturut dengan hasil negatif, serta pedoman revisi kelima Kemenkes. Sementara itu, jumlah kasus meninggal (case fatality rate) sebanyak 205 orang atau sebesar 3,78 persen.

Sedangkan, pasien terkonfirmasi positif yang saat ini sementara mendapatkan perawatan di beberapa rumah sakit sebanyak 638 orang atau sebesar 11,75 persen. "Tetaplah disiplin mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ajak Steaven.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement