Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Antisipasi Covid-19, Pemkot Bogor Rapid Test di Terminal

Ahad 01 Nov 2020 19:36 WIB

Red: Ratna Puspita

Pengunjung mendaftar untuk pemeriksaan tes cepat atau rapid test yang diadakan Dinas Kesehatan Kota Bogor di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Ahad (1/11/2020). Rapid test yang dilakukan secara acak pengunjung Kebun Raya Bogor tersebut sebagai upaya memutus mata rantai penularan COVID-19 di saat libur panjang akhir pekan.

Pengunjung mendaftar untuk pemeriksaan tes cepat atau rapid test yang diadakan Dinas Kesehatan Kota Bogor di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Ahad (1/11/2020). Rapid test yang dilakukan secara acak pengunjung Kebun Raya Bogor tersebut sebagai upaya memutus mata rantai penularan COVID-19 di saat libur panjang akhir pekan.

Foto: ANTARA/Arif Firmansyah
Pemkot Bogor juga melakukan rapid test di stasiun, dan lokasi wisata.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemerintah Kota Bogor mengantisipasi penularan Covid-19 pada libur panjang cuti bersama dengan melakukan rapid test di tempat-tempat keramaian yang banyak dikunjungi dan tempat pelintasan wisatawan. Rapid test itu dilaksanakan di Terminal Baranangsiang pada Rabu (28/10) dan Kamis (29/10).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno pada Ahad (1/11) mengatakan rapid test massal itu dilakukan secara acak terhadap sopir, kernet, penumpang bus, maupun pedagang di Terminal Baranangsiang. Selama dua hari pelaksanaan rapid test di Terminal Baranangsiang yang dijalani oleh sekitar 100 orang ditemukan satu orang reaktif.

Baca Juga

Rapid test juga diselenggarakan di Stasiun Bogor pada Kamis (30/10) yang dikuti oleh 61 orang penumpang commuterline. Hasilnya, lima orang ditemukan reaktif.

Ia mengatakan rapid test juga dilakukan di Stasiun Bogor Jumat (30/10), di lokasi wisata Bogor Nirwana Resort (BNR) pada Sabtu (31/10), dan di lokasi wisata Kebun Raya Bogor (KRB) pada Ahad (1/11). Namun, menurut Retno, hasil rapid test itu belum diketahui.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Surveilans (P3MS) Dinas Kesehatan Kota Bogor Djohan Musali mengatakan terhadap enam orang yang ditemukan reaktif tersebut diminta untuk menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing selama lima hari. "Bagi warga Kota Bogor, setelah menjalani isolasi mandiri, diminta menjalani tes swab di RSUD Kota Bogor," katanya.

Sedangkan, kepada warga di luar Kota Bogor, diminta menjalani tes swab di tempat domisilinya. Dari enam orang yang ditemukan reaktif, dua orang warga Kota Bogor serta empat orang lainnya warga luar Kota Bogor.

Menurut Djohan, orang yang ditemukan reaktif diminta menjalani isolasi mandiri lebih dulu, menunggu proses inkubasi, sehingga pada saat menjalani tes swab kemungkinan hasilnya sudah negatif.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA