Ahad 01 Nov 2020 17:49 WIB

Alasan Yogyakarta tidak Tes Acak Wisatawan

Yogyakarta lebih memilih menerapkan wisata dengan protokol kesehatan ketat.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Indira Rezkisari
Pengunjung memadati jalur pedestrian di kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, Jumat (30/10) malam. Libur panjang kunjungan wisatawan ke Malioboro melonjak. Malioboro masih menjadi destinasi utama wisatawan untuk berbelanja oleh-oleh.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Pengunjung memadati jalur pedestrian di kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, Jumat (30/10) malam. Libur panjang kunjungan wisatawan ke Malioboro melonjak. Malioboro masih menjadi destinasi utama wisatawan untuk berbelanja oleh-oleh.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, mengatakan Yogyakarta tidak melakukan tes acak ke wisatawan. Alasannya Pemkot sudah meminta wisatawan meyakinkan diri sehat dan membawa surat sehat.

"Karena kita sejak awal meminta para wisatawan meyakinkan dirinya ketika berlibur itu sehat, dan bawa surat-surat yang diperlukan ketika masuk ke Yogyakarta. Baik hasil rapid atau swab atau lain, terutama ketika menginap di hotel," kata Heroe, Sabtu (31/10).

Baca Juga

Ia menekankan, mereka hanya akan mengingatkan ke wisatawan agar pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 harus dijalankan sungguh-sungguh. Adanya wisatawan reaktif di tempat wisata lain cukup jadi pengingat penerapan protokol kesehatan.

Heroe menilai, jika tujuannya untuk skrining seharusnya dilakukan satu pekan setelah masa liburan. Jadi, dapat dilihat apakah pelaku wisata ada yang terpapar atau tidak, dan dilakukan penutupan jika ditemukan paparan mencegah penyebaran.

"Yang perlu Pemkot (Yogyakarta) lakukan upaya-upaya untuk mencegah sebaran Covid 19. Caranya, mempersiapkan masyarakat, pelaku usaha dan wisata untuk siap hadapi liburan panjang tersebut," ujar Heroe.

Dilakukan dengan mengulas dan menerbitkan surat verifikasi yang menerangkan destinasi, hotel, resto, pelaku usaha, pelaku wisata dan destinasi wisata. Jadi, kalaupun ada OTG yang berkunjung tidak terjadi penyebaran di destinasi wisata.

Untuk itu, ia menekankan, Pemkot Yogyakarta memilih memerangi Covid-19 pada masa libur panjang lewat surat verifikasi melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 dengan sungguh-sungguh. Baik ke pelaku usaha, wisata dan sosial maupun olah raga.

"Pemkot Yogyakarta menerjunkan tim gabungan di destinasi-destinasi wisata, tempat parkir dan lain-lain agar semua taat prokes Covid-19, mengimbau dan mengingatkan semuanya yang ada di tempat tersebut dengan protokol kesehatan," kata Heroe.

Kemudian, lanjut Heroe, Pemkot Yogyakarta melakukan operasi penegakan yustisi di destinasi-destinasi wisata dan tempat-tempat umum lain. Itu jadi cipta kondisi agar warga serta semua pelaku usaha dan wisata siap menerima banyak orang datang.

Selain itu, Pemkot Yogyakarta menyiapkan pelaku usaha dan masyarakat untuk selalu memakai masker, menjaga jarak dan menyiapkan hands sanitizer atau cuci tangan memakai sabun. Menurut Heroe, itu yang saat ini mereka perlu selalu tegakkan.

"Agar masyarakat terkondisikan dalam masa pandemi ini semua aktivitas masih bisa dijalankan selama protokol kesehatan Covid-19 dijalankan dengan sungguh-sungguh," ujar Heroe.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement